• KANAL BERITA

Paham Radikal Masuk, Investor Tak Berani Tanam Modal

Wabup Ajak Masyarakat Brantas Radikalisme

Komandan Koramil 01/Wonosobo Kapten Infanteri Heru Utomo memberikan paparanya saat Sosialisasi Deradikalisasi bagi ASN di Pendopo Wakil Bupati, Rabu (23/5) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Komandan Koramil 01/Wonosobo Kapten Infanteri Heru Utomo memberikan paparanya saat Sosialisasi Deradikalisasi bagi ASN di Pendopo Wakil Bupati, Rabu (23/5) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan elemen masyarakat di Wonosobo bersama-sama memberantas paham radikal. Pasalnya, bahaya paham radikal sangat merugikan banyak masyarakat. Tak tercuali akan membuat para investor luar daerah tak berani menanamkan modalnya di Wonosobo.

Hal itu disampaikan Wabup Agus saat memberikan pengarahan dalam Sosialisasi Deradikalisasi bagi ASN di Pendopo Wakil Bupati, Rabu (23/5) siang. Kegiatan yang digelar Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Wonosobo itu dilakukan guna mencegah bahaya radikalisme berkembang di Wonosobo. Kegiatan menghadirkan pemateri dari Kodim 0707/Wonosobo. 

Menurut Agus paham radikal sangat merugikan banyak orang, untuk itu kita harus bersama-sama memberantasnya. "Kita harus peduli kepada lingkungan kita, khususnya orang asing yang mempunyai perilaku mencurigakan. Kita harus bersatu padu, jangan hanya mengandalkan aparat keamanan saja. Sebab, jumlah aparat keamanan sangat sedikit apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayah," ujar dia. 

Sudah menjadi tanggung jawab bersama para aparatur pemerintahan, organisasi kemasyarakatan dan warga masyarakat dalam menjaga wilayah masing-masing. Karena, jika paham radikalisme tersebut sudah masuk ke wilayah, maka investor tidak berani menanamkan modalnya di Wonosono. "Ini tentu akan sangat merugikan kita semua," tuturnya. 

Jika investor tidak jadi masuk Wonosobo maka kegiatan pembangunan tak berjalan optimal, pengangguran tetap banyak dan kesejahteraan masyarakat sulit meningkat. "Dengan adanya investor maka pengangguran akan berkurang, perekonomian akan baik, stabilitas wilayah akan terjaga. Jadi, mari kita bentengi mulai dari diri kita, keluarga dan lingkungan di sekitar kita. Jangan terpengaruh paham radikalisme," pintanya.

Sementara itu, Komandan Koramil 01/Wonosobo Kapten Infanteri Heru Utomo menyebutkan, radikalisme adalah semua aliran, paham atau ideologi politik yang para pengikutnya menghendaki konsekuensi ekstrim, setidaknya konsekuensi paling jauh dari pengejawantahan ideologi yang dianut. "Di Indonesia ada tiga kelompok radikal," ujar dia kepada para peserta sosialisasi.

Tiga kelompok tersebut, kata dia radikal kiri atau radikal yang berhaluan komunis, radikal kanan berhaluan agama dan radikal lainnya atau kelompok radikal yang ingin memerdekakan wilayahnya seperti Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Ciri kelompok radikal, fanatik terhadap pendapatnya, menganggap pendapat orang lain selalu keliru, mudah mengkafirkan orang lain," ujar dia.

Mereka juga biasanya membentuk kelompok-kelompok bersifat eksklusif dan bersifat menyendiri, sering memaksakan pendapat dan kehendaknya dengan cara kekerasan.  "Itu untuk radikal kanan. Sedangkan ciri radikal kiri ajaran komunisme, yakni sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah, menganggap Tuhan tidak ada. Kalau mereka berpikir Tuhan tidak ada," terangnya. 

Dampak radikal bagi negara, hilangnya rasa patriotisme atau rasa cinta bangsa, hilangnya kepercayaan bangsa lain terhadap bangsa Indonesia, bangsa dan negara kehilangan identitas karena prilaku premordial dan menggangu iklim investasi karena situasi tidak aman. Mari kita bersikap menolak dan tidak setuju dengan paham radikal ini," pinta dia.


(M Abdul Rohman/CN39/SM Network)