• KANAL BERITA

KIW Hentikan Penggunaan Air Tanah

Bangun Instalasi Air Bersih dari Sungai

PENGELOLAAN AIR: Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Energi Provinsi Jawa Tengah Teguh Winarno memberikan ucapan selamat kepada President Director PT KIW  Rachmadi Nugroho usai peresmian Water Treatment Plant (WTP), Rabu (23/5). (SM/Arie Widiarto)
PENGELOLAAN AIR: Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Energi Provinsi Jawa Tengah Teguh Winarno memberikan ucapan selamat kepada President Director PT KIW Rachmadi Nugroho usai peresmian Water Treatment Plant (WTP), Rabu (23/5). (SM/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero) Semarang atau PT KIW sebagai pengelola Kawasan Industri Wijayakusuma mulai menghentikan pengambilan air bawah tanah dan beralih ke penggunaan air permukaan untuk memenuhi kebutuhan air bagi industri.  Pengelola mengambil air dari sungai Banjir Kanal Barat melalui pipa sepanjang 17 Km.

''Kami menyadari apabila industri-industri di dalam KIW kebutuhan airnya dipenuhi dengan mengambil air tanah secara terus menerus dan berlebihan hal tersebut akan menyumbang terjadinya percepatan penurunan tanah di Kota Semarang,'' ungkap President Director PT KIW  Rachmadi Nugroho didampingi komisaris utama Ihwan Sudrajat di sela-sela peresmian Water Treatment Plant (WTP), Rabu (23/5). Peresmian dilakukan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Energi Provinsi Jawa Tengah Teguh Winarno.

Rachmadi menjelaskan langkah pengelola kawasan industri yang kali pertama di Jateng ini didasari atas hasil penelitian Matthias Dom, Bundesanstait fur Geowissenschaften und Rohstoffe (BGR) Jerman, bahwa penurunan tanah di Kota Semarang pada tahun 2016, sudah sangat kritis, beberapa titik sudah mencapai rata-rata 16 cm/tahun. Adapun penyebab utama penurunan tanah antara lain pengambilan air tanah yang sangat tinggi khususnya untuk kebutuhan industri.

''Maka, suatu keniscayaan kami sebagai pengelola bertekat mempelopori pembangunan Kawasan Industri yang ramah lingkungan di Jawa Tengah khususnya di Kota Semarang,'' jelasnya.

Ia menuturkan pembangunan WTP dimulai pada  2015 bekerja sama dengan PT Dain Celicani Citra Cemerlang, salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pengolahan air bersih. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 1,4 Ha dengan nilai investasi sebesar Rp 32,9 miliar.

''WTP yang diberi nama WTP Tirta Wijayakusuma tersebut mengolah air baku dari sumber air yang diambil dari sungai Banjir Kanal Barat melalui pipa sejauh 17 Km. Air baku tersebut kemudian diolah dengan teknologi canggih dan menghasilkan air bersih,'' jelasnya.

Komisaris Utama PT KIW Ihwa Sudrajat menyatakan sejak 2 Mei 2018 WTP tersebut sudah mulai berproduksi dengan kapasitas air bersih yang dihasilkan sebesar 50 LPS (Liter Per Second) atau sebesar 4.320 m3 perhari. Kapasitas tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 150 LPS.

''Kapasitas air yang dihasilkan tersebut akan mampu untuk mencukupi kebutuhan air bagi industri-industri di KIW bahkan untuk industri di sekitar KIW,'' jelasnya.

Ihwan juga menyatakan hasil dari analisa laboratorium Sucofindo didapat bahwa air bersih hasil olahan WTP KIW tersebut sudah memenuhi seluruh parameter standar air bersih berdasarkan Permenkes nomor 416 tahun 1990.  ''Pelayanan air bersih ditingkatkan menjadi 24 jam non stop dari yang sebelumnya hanya terlayani selama 17 jam per hari,'' jelasnya.

Pada peresmian tersebut juga dilakukan penutupan secara permanen sumur-sumur dalam milik PT KlW yang dilakukan oleh Teguh Winarno. Dengan demikian, seluruh kebutuhan air bersih untuk industri di dalam KIW dipenuhi dengan air permukaan.


(Arie Widiarto/CN34/SM Network)