• KANAL BERITA

Latihan Khusus selama Puasa untuk Pemain PSS

MELOMPAT: Gelandang PSS Sleman Rangga Muslim Perkasa melompat menghindari adangan salah seorang pemain Martapura FC pada laga pekan kelima Liga 2 di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman. (suaramerdeka.com/Dananjoyo Kusumo)
MELOMPAT: Gelandang PSS Sleman Rangga Muslim Perkasa melompat menghindari adangan salah seorang pemain Martapura FC pada laga pekan kelima Liga 2 di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman. (suaramerdeka.com/Dananjoyo Kusumo)

SLEMAN, suaramerdeka.com- Tim PSS Sleman kembali menjalani latihan rutin setelah libur awal Ramadan selama sepekan, petang tadi. Selama bulan puasa ini Achmad Hisyam Tolle cs pun mendapatkan menu latihan khusus yang diberikan tim pelatih.

“Meski bulan Ramadan dan pemain ada yang berpuasa, latihan rutin tetap dilakukan agar kondisi tim terjaga dan siap mengikuti putaran kompetisi Liga 2 setelah libur Idul Fitri nanti,” papar pelatih fisik PSS Komarudin, Rabu (23/5).

Komarudin mengatakan selama Ramadan, latihan fisik tetap diberikan untuk menjaga kebugaran pemain. Namun porsi latihan antara pemain yang menjalankan ibadah puasa dengan yang tidak, diberikan secara berbeda.

“Untuk yang tidak berpuasa, latihan seperti biasa. Sedangkan bagi pemain yang berpuasa, intensitas latihan dikurangi namun tetap untuk menjaga kebugaran fisik,” kata dia.

Menurutnya meski porsi latihan dikurangi, namun treatment tersebut sangat dibutuhkan agar para pemain tidak kaget bila digenjot latihan berat pasca libur Ramadan nanti. Khususnya menjelang putaran lanjutan kompetisi Liga 2 musim ini.

“Sebelum Ramadan, peforma mereka sudah bagus. Latihan ini diberikan agar mereka tidak mengulang dari awal, sehingga mereka siap untuk kompetisi lanjutan,” papar pria yang juga dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) tersebut.

Terpisah pelatih caretaker PSS, Seto Nurdiantoro menanambahkan selama libur kompetisi ini pihaknya sudah mengagendakan sejumlah latihan dan ditambah dengan uji coba. Adapun latihan yang diberikan bukan hanya fisik namun juga teknik.

“Jeda libur pertandingan ini merupakan kesempatan yang bagus untuk kami. Terutama untuk menambal kelemahan tim,” sambung pemegang lisensi pelatih A AFC itu.

Kelemahan tersebut, diantaranya mencari pemain yang menjadi eksekutor tendangan penalti. Seto tak ingin kegagalan dua penalti dalam saat mengalahkan Martapura FC akan terus menghantui pemain pada laga-laga berikutnya.

“Mau tak mau eksekutor penalti ini memang masih menjadi PR kami dan ini akan dibenahi saat libur puasa, Kami tak ingin permasalahan ini terus menerus berlarut, justru harus segera dibenahi agar ke depannya mereka bisa tampil lebih baik lagi,” tandas Seto yang tengah menempuh kursus lisensi Pro AFC ini.


(Gading Persada , Dananjoyo Kusumo/CN34/SM Network)