• KANAL BERITA

Razia Sasar Penunggak Pajak dan Trayek

MENGECEK: Tim gabungan dari Sat Lantas dan UPPD Kabupaten Tegal mengecek surat-surat kendaraan milik pengemudi kendaraan pada saat melaksanakan razia stasioner di Langon Timur, Slawi, Rabu (23/5). (suaramerdeka.com/Cessnasari)
MENGECEK: Tim gabungan dari Sat Lantas dan UPPD Kabupaten Tegal mengecek surat-surat kendaraan milik pengemudi kendaraan pada saat melaksanakan razia stasioner di Langon Timur, Slawi, Rabu (23/5). (suaramerdeka.com/Cessnasari)

TEGAL, suaramerdeka.com -Satuan Lalu Lintas Polres Tegal menggelar razia gabungan di simpang empat Langon Timur, Slawi, Rabu (23/5). Razia ini sebagai upaya agar masyarakat lebih tertib administrasi kendaraan, tertib membayar pajak dan menaati aturan berlalu lintas.

Razia dilaksanakan dengan tim gabungan dari Sat Lantas Polres Tegal, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Samsat Kabupaten Tegal. Petugas mengecek surat-surat kendaraan milik pengemudi kendaraan dan pajak kendaraan.

Kasat Lantas Polres Tegal, AKP Ahmad Ghifar Al Ahfaqsyi, melalui Kanit Turjawali Ipda Andi Susanto, Sat Lantas Polres Tegal menjelaskan, dalam razia selain menyasar pengendara sepeda motor dan mobil yang melakukan pelanggaran lalu lintas, juga dilaksanakan pengecekan trayek dan kelaikan kendaraan oleh Dishub.

Kelaikan kendaraan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan kelebihan muatan.

‘’Pengecekan trayek dan kelaikan jalan kendaraan dilakukan Dinas Perhubungan. Ini sebagai upaya  menertibkan pengendara dan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang bisa menyebabkan jatuh korban,’’ ungkapmya.

Sementara itu, bagi pengendara yang terlambat membayar pajak kendaraan bermotor diminta segera melunasinya. Pengendara dapat melakukan pembayaran di tempat dengan dilayani petugas UPPD Kabupaten Tegal.

Kanit Regiden Sat Lantas Polres Tegal Ipda Zaenudin menuturkan, razia tersebut juga untuk mengoptimalkan penerimaan pendapatan daerah melalui pemeriksaan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan pengesahan.

Dari kegiatan tersebut, petugas menindak 31 pelanggaran dengan barang bukti STNK 23 dan SIM delapan. Zaenudin mengatakan, razia stasioner di Langon Timur merupakan yang keempat kali sejak dilaksanakan pertama kali pada 17 Mei lalu.


(Cessnasari/CN40/SM Network)