• KANAL BERITA

BPBD Jateng Kirim Tikar, Matras dan Tenda

LOGISTIK: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyerahkan logistik untuk pengungsi ke Kantor BPBD Boyolali. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
LOGISTIK: Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyerahkan logistik untuk pengungsi ke Kantor BPBD Boyolali. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com - Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana Gunung Merapi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, mengirimkan bantuan untuk kebutuhan pengungsi di Boyolali. Logistik yang dikirimkan tikar 20 lembar, matras 20 lembar dan tenda gulung 20 buah.

Selain itu, peralatan dapur, perlengkapan makan dan peralatan kesehatan masing-masing 20 paket. ‘’BPBD Provinsi Jateng merespon cepat, hari ini langsung dikirim,’’ ujar Iwan Budianto, Kasi Peralatan BPBD Jateng di kantor BPBD Boyolali, Rabu (23/5).

Logsitik tersebut diserahkan BPBD Provinsi Jateng kepada BPBD Kabupaten Boyolali yang diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo. Selanjutnya, BPBD Boyolali akan mendistribusikan logistik kebutuhan pengungsi tersebut ke TPPS Desa Tlogolele.

Iwan lebih lanjut menyatakan, BPBD Provinsi siap untuk menyalurkan bantuan lainnya. Saat ini sedang diinventarisasi di BPBD Provinsi tentang kebutuhan khususnya makanan, seperti beras, mie instan, lauk pauk dan air mineral.

Pihaknya juga telah mendistribusikan ribuan masker ke tiga kabupaten di Jateng yang menjadi daerah terdampak jika Gunung Merapi erupsi. Yaitu Kabupaten Boyolali, Magelang dan Klaten.

Sementara itu Bambang Sinungharjo mengatakan, bantuan logistik dari BPBD Jateng itu selanjutnya akan langsung diserahkan ke tim siaga Desa Tlogolele. ‘’Langsung didistribusikan ke Tlogolele karena ini hasil rembukan tadi malam, ke TPPS Tlogolele,’’ jelas Bambang Sinungharjo.

Abu Tipis

Terkait dampak letuas freatik Merapi, Rabu (23/5) dini hari, terjadi hujan abu tipis di wilayah Desa Tlogolele bagian bawah. Hanya saja, hujan abu itu sangat tipis dan tidak berdampak pada aktivitas warga setempat.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah dan Dinkes Kabupaten Boyolali yang melakukan peninjauan di Kawasan Rawan Bencana III di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo pada Rabu (23/5).

Hadir Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo dan Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina beserta para jajarannya. Mereka langsung memantau sejumlah lokasi di desa setempat. ‘’Kami datang ke sini dalam rangka pemantauan kesiapan mitigasi bencana Gunung Merapi bidang kesehatan,’’ jelasnya.

Senada, Kepala Dinkes Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina menambahkan, pihaknya juga telah siap mengantisipasi bencana Merapi. Untuk kegawatdaruratan akan diakomodasi dengan pelayanan 119.

Sedangkan terkait pelayanan kesehatan, pihaknya melibatkan seluruh puskesmas di Boyolali. ‘’Ada 26 puskesmas diaktifkan semua. Karena kalau mengungsi itu kadang di sister village, berpindah di desa atau kecamatan lain ikut terlibat,’’ tandasnya.


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)