• KANAL BERITA

Puluhan Pedagang Tak Punya SIP, Akan Direlokasi

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

SOLO, suaramerdeka.com - Para pedagang Sriwedari keberatan dengan rencana Pemkot Surakarta memindahkan mereka ke selter kuliner yang berdekatan dengan stadion Sriwedari. Mereka justru meminta lahan di sisi barat Masjid Al Hidayah Sriwedari akan digunakan sebagai tempat sementara untuk berjualan.

Relokasi sementara pedagang itu menyusul akan dimulainya pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS). Pemkot akan menempatkan mereka di selter kuliner, di selatan Stadion Sriwedari.

‘’Namun tersebut memberatkan kami, karena tempat berjualan yang kami tempati saat ini membutuhkan ruang yang luas. Jika diletakkan di selter, itu tidak cukup,’’ kata Ketua Paguyuban Rukun Santoso, Joko Sukamto, Selasa (22/5).

Menurutnya, audiensi lanjutan pada Senin (21/5), terdapat perubahan konsep pemagaran untuk pembangunan MTSS, sehingga tidak semua pedagang di kawasan Sriwedari terkena dampak dari pemagaran tersebut.

‘’Audiensi pada Kamis (17/5) lalu, pemkot menyosialisasikan bakal ada pemagaran di tiga titik. Namun hal tersebut urung dilakukan, karena fokus utama adalah pembangunan MTSS terlebih dahulu. Sehingga pemagaran dilakukan hanya di sekitar masjid yang bakal dibangun,’’ kata dia.

Menurutnya pembangunan pagar yang bakal dilakukan seusai Lebaran nanti, berdampak terhadap sembilan bangunan pelaku usaha, sehingga dirinya meminta Pemkot untuk segera menyediakan bangunan sementara kepada pedagang terdampak.

Dua Usulan

Joko menyatakan ada dua usulan. Pertama meminta penempatan pedagang di barat Masjid Al Hidayah Sriwedari dan, kedua di barat tempat parkir sepeda motor pengunjung gedung Wayang Orang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta, Subagiyo mengatakan, ada dua jenis pedagang di kawasan Sriwedari, yaitu pedagang yang memiliki Surat Izin Penempatan (SIP) dan tidak. Sebanyak 23 pedagagang tidak ber-SIP itu yang bakal direlokasi ke selter kuliner Sriwedari.

‘’Jumlah pedagang ada 54 orang. Jadi pedagang-pedagang yang tidak memiliki SIP bakal kami relokasi ke selter kuliner. Sedangkan pedagang yang memiliki SIP, nantinya akan kami buatkan bangunan sementara,’’ kata Subagiyo.

Dikatakan dia, penempatan pedagang ber-SIP akan dipusatkan di selatan Stadion Sriwedari, sehingga relokasi yang dilakukan Pemkot tetap memberikan penghasilan bagi pelaku usaha selama masjid dibangun.

Menanggapi usulan pedagang yang meminta direlokasi di sekitar barat masjid, dia mengatakan, ‘’Usulan bakal kami tampung untuk dikonsultasikan. Karena berkaitan dengan tata ruang, harus ada komunikasi terhadap pihak-pihak yang menangani pembangunan fasilitas di Sriwedari itu," tandasnya.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)