• KANAL BERITA

Upaya Represif dan Deradikalisasi Masih Diterapkan dalam Tangani Terorisme

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com – Pemerintah memastikan, negara hadir untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kebebasan warganya beraktivitas dalam keseharian tanpa adanya rasa takut dari teror. Bahkan, semua pemangku kepentingan, 36 kementerian dan lembaga negara sudah sepakat bahwa upaya itu akan dilakukan secara komprehensif.

Penegasan sikap itu mengemuka dalam seminar pengesahan Revisi Undang undang Pemberantasan Terorisme yang berlangsung di Jakarta, Selasa (22/5). 

''Negara harus hadir untuk menjamin warganya beraktivitas dengan aman, nyaman, dan bebas,” kata Kepala Kantor Staf Presiden, Jenderal (Purn.) Moeldoko, yang hadir menjadi pembicara kunci dalam acara tersebut.

Sebagai wujud konkret atas ancaman nyata terorisme yang terjadi beberapa hari yang lalu, Moeldoko menekankan, bahwa pemerintah merestui keberadaan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) yang tediri atas pasukan elit anti teror dari tiga matra TNI. Pasukan itu akan membantu Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri dalam upaya pemberantasan terorisme secara cepat dan efektif.

Di luar upaya represif itu, Moeldoko melanjutkan, upaya deradikalisasi juga tetap dilakukan. Karena peristiwa teror di Surabaya kemarin menunjukkan bahwa masih ada alumunus Suriah atau punya simpati terhadap kelompok teroris yang ingin menyebar ketakutan di masyarakat. 


(Satrio Wicaksono/CN40/SM Network)