• KANAL BERITA

Anak Sapi Berkepala Dua Mati

Warga memperlihatkan seekor anak sapi berkepala dua di Dusun Sidowayah Kulon RT2 RW5 Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/ Khalid Yogi)
Warga memperlihatkan seekor anak sapi berkepala dua di Dusun Sidowayah Kulon RT2 RW5 Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/ Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Seekor anak sapi berkepala dua yang lahir di Dusun Sidowayah Kulon RT2 RW5 Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri akhirnya hanya bertahan hidup selama tiga hari. Anak sapi yang lahir Minggu (20/5) itu akhirnya mati pada Selasa sore (22/5).

Kepala Desa Ngandong Eko Supriyanto mengungkapkan, anak sapi berkepala dua itu mati sekitar pukul 15.30. Selanjutnya, hewan ternak tersebut langsung dikubur oleh Saidno (36), sang pemilik. "Penyebabnya mungkin karena saluran pencernaan dari mulut sampai perut tidak tersambung. Sehingga ketika diberi susu dari salah satu mulutnya, akan keluar lagi dari mulut lainnya. Jadi, susunya tidak bisa masuk ke perut," terangnya, Rabu (23/5)

Anak sapi dengan kelainan genetik tersebut sebenarnya telah diperiksa oleh mantri kesehatan ternak Kecamatan Eromoko. "Kata mantri kesehatan ternaknya, anak sapi itu punya banyak sekali kelainan, sehingga tidak bisa bertahan hidup," ujarnya.

Seperti diketahui, Seekor anak sapi berkepala dua lahir di Dusun Sidowayah Kulon RT2 RW5 Desa Ngandong, Kecamatan Eromoko, Minggu (20/5). Hewan itu mempunyai empat mata, empat lubang hidung, dan dua mulut. Namun, dua mata di bagian tengah hampir menyatu karena kedua kepalanya tidak terpisah sempurna.

Saidno menuturkan, induk sapi sebelumnya telah lima kali beranak. Induk sapi itu kemudian menjalani kawin suntik tanggal 17 Agustus 2017 lalu. "Kalau normal, masa kehamilan sapi berlangsung selama sembilan bulan 16 hari. Tapi sapi saya hanya sembilan bulan dua hari," tuturnya.

Setelah lahir, anak sapi tersebut terpaksa disusui dengan botol susu. Pasalnya, anak sapi belum bisa berdiri tegak untuk menyusu pada induknya. Hal itu karena bobot kepalanya terlalu berat sehingga anak sapi kesulitan berdiri. Akhirnya, anak sapi mati pada Selasa sore (22/5) karena mengalami kelainan saluran pencernaan.


(Khalid Yogi/CN33/SM Network)