• KANAL BERITA

Program Keluarga Harapan Ukir Prestasi

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Keberadaan program keluarga harapan (PKH) berdasar hasil evaluasi nasional diklaim telah menunjukkan prestasi. Hal ini dilihat dari beberapa parameter diantaranya keberhasilan menaikkan angka partisipasi pendidikan, angka kunjungan balita ke posyandu, dan pengurangan angka putus sekolah.

"Keberhasilan ini juga diukur dari peningkatan persentase kepemilikan administrasi kependudukan pada masyarakat miskin, serta terentasnya sebagian keluarga miskin," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sleman Sri Murni Rahayu, kemarin.

Dia menjelaskan, pada awal peluncuran PKH tahun 2008, terdapat sebanyak 4.375 keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari rumah tangga sangat miskin. Komponen pesertanya antara lain ibu hamil, ibu nifas, balita, anak pra sekolah, dan anak sekolah SD-SMP. Sampai pada tahun 2016, peserta program berkurang menjadi 3.008 KPM.

Pada tahun 2017, program tersebut mengalami perluasan peserta. Sasaran diperluas kepada masyarakat miskin dan rentan miskin, dengan tambahan komponen anak sekolah tingkat SMA, lansia diatas 70 tahun, serta anak penyandang disabilitas sedang dan berat. Dari perluasan program, pada tahun 2018 jumlah peserta PKH di Kabupaten Sleman mencapai 50.452 KPM dengan nilai bantuan per tahun kurang lebih Rp 107,1 miliar. 

"Selama sepuluh tahun perjalanan PKH, Sleman telah menerima penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam dukungan terhadap kegiatan family development session pada Hari Kesetiakawanan Sosial 2017 di Surabaya," terangnya.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo menilai kehadiran PKH sangat bermanfaat bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Saat ini di Sleman terdapat 195 orang pendamping PKH. "Pesan saya agar KPM selalu memberikan motivasi kepada anak-anaknya yang masih sekolah untuk terus semangat, dan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Sebab pendidikan adalah salah satu upaya untuk memutus rantai kemiskinan," tegasnya.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)