• KANAL BERITA

2,6 Ton Beras Pasokan Lebaran Milik Gapoktan Delanggu Dicuri

GUDANG GAPOKTAN: Para petani mengecek gudang Gapoktan di Dusun Sendang, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten yang dibobol pencuri. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)
GUDANG GAPOKTAN: Para petani mengecek gudang Gapoktan di Dusun Sendang, Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Klaten yang dibobol pencuri. (suaramerdeka.com / Achmad Hussain)

KLATEN,suaramerdeka.com - Beras siap jual seberat 2,6 ton milik petani di Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Selasa (22/5) raib dicuri. Para pelaku membobol gudang penggilingan beras milik Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Bahagia Desa Sribit.

Pengelola penggilingan padi Gapoktan Tani Bahagia Desa Sribit, Kecamatan Delanggu, Probo Hari Murti mengatakan aksi pencurian itu diketahuinya pada pukul 05.30. "Yang mengetahui pertama warga yang jalan-jalan pagi lalu melapor ke saya," katanya, Selasa (22/5).

Dikatakannya, semula warga yang jalan pagi usai subuh melintas di jalan depan gudang. Warga curiga melihat pintu gudang penggilingan yang ada di Dusun Sendang itu sudah terbuka. Warga melaporkan kejadian itu kepadanya. Penasaran, dia langsung mengecek ke lokasi. Ternyata pintu besi depan gudang sudah terbuka. Lima gembok besinya hilang dan pintu samping pun juga terbuka.

Beras siap jual untuk pasokan lebaran jenis C4 dan Membramo sebanyak 2,6 ton hilang dari gudang. Timbangan elektrik di dalamnya pun raib. Oleh pengurus kejadian itu dilaporkan ke Polsek Delanggu. Tim dari Polsek dan Polres yang datang ke lokasi menemukan pintu tidak ada gemboknya.

Probo mengatakan akibat kejadian itu kerugian yang dialami Gapoktan mencapai Rp 30 juta. Beras itu merupakan beras petani yang akan dikirimkan ke Yogyakarta untuk pasokan lebaran. Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Suardi Jumaing mengatakan kejadian di Delanggu dan Karanganom terus dalam penyelidikan jajarannya. "Kami berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian gabah dan beras," ungkapnya.


(Achmad Hussain/CN26/SM Network)