• KANAL BERITA

Penambahan Kuota Gas Lebaran Masih Ditimbang

Ramadan Dipastikan Normal

MENGECEK GAS : Petugas mengecek gas elpiji 3 kg yang berada di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, beberapa waktu lalu.  (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
MENGECEK GAS : Petugas mengecek gas elpiji 3 kg yang berada di Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, beberapa waktu lalu. (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Sukoharjo masih mempertimbangkan penambahan kuota gas elpiji 3 kg pada PT Pertamina pada saat Lebaran nanti.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo, untuk persediaaan gas melon bersubdi yang diperuntukkan khusus bagi masyarakat miskin selama Ramadan ini, sementara waktu tidak ada masalah.

Dia akan melihat perkembangan selama satu hingga dua minggu ke depan. Bahkan jika sepanjang waktu tersebut persediaan sebanyak 29.621 tabung per hari aman, maka fokus penambahan kuota pada saat Lebaran. “Ramadan, sepertinya kuota normal,” kata dia, Selasa (22/5).

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu menjelaskan, saat Lebaran nanti kuota gas bisa saja berpeluang digandakan. Diantaranya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Namun khusus bagi masyarakat miskin.

Pihaknya terus melakukan penyisiran pada agen dan pengecer gas yang tersebar di setiap kecamatan. “Kami juga berkoordinasi dengan PT Pertamina. Cuma untuk kuota Lebaran masih kami pertimbangkan. Jadi kalau kurang bisa saja kami ajukan penambahan,” jelasnya.

Dia menuturkan, jika selama Ramadan hingga Lebaran nanti, dipastikan tidak terjadi kelangkaan. Apalagi lonjakan harga gas elpiji yang berada di luar batas kewajaran. Bahkan jika ada yang sengaja menaikkan harga gas elpiji bersubsidi itu du luar batas kewajaran, Dinas Perdagangan tidak segan-segan melakukan penindakan.

“Semua, baik itu agen maupun pengecer. Kalau naik sampai berlipat-lipat jelas ditindak. Apalagi penimbunan. Kami koordinasi dengan Polres untuk pemantauan,” aku dia.


(Asep Abdullah/CN39/SM Network)