• KANAL BERITA

Akhirnya, Jalur Penyelamat Darurat Dibangun

Warga bersama aparat gabungan membersihkan puing sisa kecelakaan maut yang menelan 12 orang tewas di Jalan Raya Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes. Pemkab Brebes dalam waktu dekat segera membangun jalur penyelamat di terminal lama Bumiayu. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
Warga bersama aparat gabungan membersihkan puing sisa kecelakaan maut yang menelan 12 orang tewas di Jalan Raya Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes. Pemkab Brebes dalam waktu dekat segera membangun jalur penyelamat di terminal lama Bumiayu. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BREBES, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes akhirnya memutuskan akan membangun jalur penyelamat sementara di lahan eks terminal lama Bumiayu, Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan.

Keputusan itu diambil dalam rapat koordinasi antara Pemkab, Polres Brebes dan Bina Marga Provinsi di Kantor Uji kir (ek terminal lama) Bumiayu, Senin (21/5) sore.  Jalur penyelamat darurat itu mendesak dibangun untuk mengantisipasi kendaraan yang melaju tidak terkendali saat melewati turunan flyover Kretek.

Sementara jalur penyelamat permanen baru akan dibangun pada 2019. Namun rencana Bina Marga tersebut terkendala lahan. Pembangunan jalur permanen membutuhkan pembebasan lahan warga, sehingga pembangunannya membutuhkan waktu.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan jalur penyelamat yang akan dibangun tersebut masih bersifat sementara. Pembangunannya akan menggunakan  anggaran tanggap darurat sebesar lebih kurang Rp 350 juta. ’’Kami (Pemkab) akan berusaha mengumpulkan anggaran dari CSR. Kemudian ditambah dari bantuan tanggap darurat BNPB,’’ katanya.

Bupati menjelaskan, penggunaan anggaran tanggap darurat tersebut merujuk pada kecelakaan yang sudah menewaskan 10 korban jiwa. ‘’Kejadian laka lantas ini sudah masuk dalam tanggap darurat dan tanggap sosial,’’ katanya.

Bupati berharap, jalur penyelamat yang akan dibangun nanti bisa meminimalisasi kecelakaan dan korban jiwa yang diakibatkan rem blong.

Panjang 50 Meter

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Proyek Flyover Ditjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Alik Mutaqin menuturkan, jalur penyelamat akan dibangun sepanjang 50 meter, lebar lima meter dengan ketinggian dinding lima meter. "Untuk detailnya akan dibahas lebih lanjut," kata dia.

Pada bagian yang lain, Alik mengatakan, bahwa jalur penyelamat permanen akan dibangun oleh Kementerian PUPR pada 2019. ’’Pada jalur turunan mulai dari flyover Kretek hingga Pagojengan, dimungkinkan akan ada dua jalur penyelamat,’’ kata dia. 

Sementara Kepala Urusan Tata Usaha Pelaksanaan Jalan Nasional Jateng Direktorat Bina Marga, Lindung Simbolon, melalui pesan Whatsapp mengatakan jalur penyelamat yang direncanakan pada Maret lalu terkendala lahan. ’’Sudah dilakukan survei pada tiga lokasi. Tapi terkendala pembebasannya,’’ kata dia.


(Teguh Inpras Tribowo/CN40/SM Network)