• KANAL BERITA

Wali Kota Semarang Minta Tutup Ruang Gerak Terorisme

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan pengarahan dalam komunikasi sosial (komsos) dengan Kodim 0733/BS Semarang,  Polrestabes Semarang dan Kejaksaan Negeri Semarang di Balai Kota Semarang.  (suaramerdeka.com/dok)
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberikan pengarahan dalam komunikasi sosial (komsos) dengan Kodim 0733/BS Semarang, Polrestabes Semarang dan Kejaksaan Negeri Semarang di Balai Kota Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Rentetan peristiwa aksi terorisme di berbagai daerah yang terjadi dalam kurun waktu satu bulan ke belakang ini tidak dapat dipungkiri menjadi sebuah hal yang sangat mengagetkan banyak pihak. Pasalnya bila melihat lokasi-lokasi terjadinya serangan teror seperti di Surabaya, Riau, atau bahkan di Mako Brimob Kelapa Dua, notabene adalah bukan tempat-tempat dengan potensi kerawanan yang tinggi. Maka dari itu, peristiwa-peristiwa penyerangan tersebut juga menjadi sebuah peringatan bahwa pelaku teror bisa berada di mana saja untuk melancarkan aksinya.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, bergerak cepat melakukan peningkatan keamanan di Kota Semarang. Bersinergi dengan Kodim 0733 BS Kota Semarang, Polrestabes Semarang, dan Kejaksaan Negeri Semarang, Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang tersebut mengumpulkan seluruh babinsa, babinkamtibmas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kota Semarang. Bertempat di ruang Lokakrida, Balai Kota Semarang, Hendi meminta untuk adanya upaya penguatan peran masyarakat guna bergerak bersama menutup ruang gerak aksi terorisme di Kota Semarang.

"Pertemuan ini salah satunya bertujuan untuk menguatkan masyarakat agar tidak panik dengan adanya beberapa peristiwa teror yang terjadi," tegas Wali Kota Semarang, yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut.

"Selain itu saya harapkan juga, walau pun dengan kewaspadaan yang tinggi, jangan sampai kemudian timbul rasa saling curiga yang berlebihan di dalam diri masing-masing, karena dapat mengakibatkan konflik yang menyebabkan perpecahan masyarakat," tambahnya, Selasa (22/5).

Di tempat yang sama, Dandim 0733 BS Kota Semarang, Kolonel Inf M Taufiq Zega, menuntut adanya partisipasi aktif masyarakat untuk mencegah dan mengatasi teror. "Lakukan koordinasi dengan aparat TNI, Polri, dan Pemerintah bila melihat ada gerak-gerik yang mengarah pada aksi terorisme," pinta Taufiq.

"Kita harus bersinergi dalam menjawab tantangan ini untuk menjadi kekuatan besar, dan tidak boleh lengah," tandas Dandim.

Senada, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Semarang, Dwi Samudji menegaskan jika dengan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat menjadi sebuah komponen penting dalam mendukung sinergitas aparat. "Kalau berkaitan dengan pencegahan, semaksimal mungkin tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat harus melakukan pendekatan, ini untuk memutus pelaku-pelaku utama agar tidak menyalur ke bawah," papar Dwi.

Di sisi lain, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji mengingatkan jika ancaman teroris tidak menyasar pada polisi saja, tetapi keseluruhan bangsa. "Maka dari itu, Panglima TNI dan Kapolri telah menurunkan perintah agar kita semua harus waspada," tutur Abiyoso.

"Dan masyarakat punya tanggung jawab ikut menciptakan terwujudnya kamtibmas di wilayah masing-masing," ingatnya.

Setelah mendapatkan pengarahan pada kegiatan sinergitas tingkat Kota Semarang itu sendiri, masing-masing camat, lurah, babinsa, babinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama pun melanjutkan pengarahan tersebut dalam tingkat pertemuan yang lebih intens di 16 kecamatan di Kota Semarang. 


(Yulianto/CN40/SM Network)