• KANAL BERITA

Wali Kota Semarang Ajak Generasi Milenial Tidak Sebar Hoax

Wali Kota Hendrar Prihadi memberikan sambutan saat menghadiri taraweh keliling (tarling)  di Masjid Al-Hidayat di kompleks Polrestabes Semarang.  (suaramerdeka.com/dok)
Wali Kota Hendrar Prihadi memberikan sambutan saat menghadiri taraweh keliling (tarling) di Masjid Al-Hidayat di kompleks Polrestabes Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengingatkan warga masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di dalam situasi kondisi seperti ini. Khususnya pasca aksi bom bunuh diri di Surabaya. Kewaspadaan tersebut bisa berupa sumbangsih dari warga Semarang dengan aktif memantau lingkungan masing-masing baik di tingkat RT mau pun RW. 

Hendi (panggilan akrab Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi) mengungkapkan hal itu, saat menghadiri agenda tarawih keliling bersama jajaran Muspida Plus di Masjid Al Hidayat Kompleks Polrestabes Semarang, Senin Malam (21/5).

“Hal ini sangat penting supaya potensi-potensi pergerakan-pergerakan yang memungkinkan munculnya persoalan keamanan di Kota Semarang bisa diketahui secara dini dan dapat diminimalkan bersama pihak kepolisian,” terangnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menambah rumit situasi saat ini dengan bijak menggunakan media sosial  dan tidak menyebar berita-berita hoax, karena hal ini dapat memecah belah bangsa.

“Saya minta kepada generasi milenial dan Bapak Ibu yang mempunya putra-putri agar lebih berhati-hati pada saat share berita yang informasinya tidak jelas supaya situasi Kota Semarang tetap kondusif dan kerja kepolisian menjadi lebih ringan. Semarang jadi lebih baik, lebih hebat dan Insya Allah gemah ripah loh jinawi,” harap Hendi, sapaan akrab Wali Kota.

Selaras dengan Hendi, Ustad Drs H Fachrurozi menambahkan, untuk selalu menghormati dan menerima dengan berbagai tipe pemimpin. Karena menurutnya seorang pemimpin merupakan orang yang patut ditiru.

“Kita harus siap dengan berbagai macam tipe pemimpin, sebagai anggota masyarakat kita harus siap mengikuti irama sang pemimpin bagaimana kita saat ini berada. Begitu juga dengan pelaksanaan sholat tarawih ada yang dipimpin seorang imam yang cepat, lambat, dengan berbagai variasi suara berbeda-beda,” tuturnya.
 


(Yulianto/CN40/SM Network)