• KANAL BERITA

Keberagaman Budaya Nusantara pada Rumah Tradisional

Lomba Miniatur Rumah Nusantara se Jateng tingkat SMA/SMK

Peserta lomba miniatur rumah nusantara tingkat SMA/SMK se Jateng menyelesaikan karyanya di kampus 4 UPGRIS Jl Gajah Raya, Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)
Peserta lomba miniatur rumah nusantara tingkat SMA/SMK se Jateng menyelesaikan karyanya di kampus 4 UPGRIS Jl Gajah Raya, Semarang, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Arie Widiarto)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Himpunan Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menyelenggarakan lomba membuat miniatur rumah nusantara bagi siswa SMA/SMK sederajat se-Jawa Tengah. Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian acara pekan teknik BEM Fakultas Teknik dan Informatika UPGRIS.

''Tujuan lomba maket dengan tema rumah nusantara adalah untuk mengembangkan kreativitas siswa SLTA, mengangkat kembali eksistensi rumah tradisional dan mengenalkan kembali kepada generasi muda tentang keberagaman budaya nusantara dalam bentuk rumah tradisional,'' jelas dosen arsitekrur sekaligus juri lomba, Ratri Septina Saraswati, baru-baru ini. 

Menurutnya rumah tradisonal merupakan rumah yang dibangun dengan cara yang sama dari generasi ke generasi tanpa atau sedikit sekali mengalami perubahan. Rumah tradisional ini sangat memperhatikan lingkungan alam sekitar, kegunaan, fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunannya.

''Oleh sebab itulah, dengan adanya lomba ini diharapkan menggugah para siswa SMA/SMK atau anak muda untuk kembali peduli pada lingkungan dan alam sekitar,'' jelasnya, di sela-sela pelaksanaan lomba di Kampus 4 UPGRIS Jl Gajah Raya, Semarang, baru-baru ini.

Peserta lomba berasal dari SMA/SMK di wilayah Semarang, Salatiga, Demak, dan Bogor. Selama tiga jam mereka diberi waktu untuk menunjukkan kreatifitas, merangkai bahan kayu dan bambu yang menjadi syarat utama lomba. 

Peserta membuat bahan tersebut menjadi beragam miniatur rumah tradisional di antaranya rumah Aceh, rumah Lampung, rumah Joglo, rumah Gadang, hingga rumah Nusa Tenggara Timur. Pembuatan juga secara detail mulai dari membuat ikatan rangka dinding, rangka atap, hingga sentuhan akhir ornament hias dan tata lansekapnya.

Para juri terdiri dari tiga tim yakni dari Prodi Arsitektur UPGRIS, Ratri Septina Saraswati, dan Ndaru Hario Sutaji, serta dari Ketua IAI Jawa Tengah, Sugiarto.

Juara dalam lomba ini, SMK 2 Salatiga dengan karya rumah Lampung sebagai juara pertama, dan dua tim dari SMA 2 Semarang dengan karya rumah Aceh dan rumah Joglo sebagai juara kedua dan ketiga.


(Arie Widiarto/CN40/SM Network)