• KANAL BERITA

Tower Rawan Longsor, Empat Keluarga Diungsikan

Sejumlah warga Dusun Serang RT 01 RW 03 Desa Derongisor Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, melihat kondisi tower yang menggantung akibat senderan di sekitarnya mengalami longsor, Selasa (22/5) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Sejumlah warga Dusun Serang RT 01 RW 03 Desa Derongisor Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, melihat kondisi tower yang menggantung akibat senderan di sekitarnya mengalami longsor, Selasa (22/5) siang. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Tower telekomunikasi milik PT Mitra Tel di Dusun Serang RT 01 RW 03 Desa Derongisor Kecamatan Mojotengah, Wonosobo, kondisinya menggantung dan rawan longsor. Empat keluarga yang dihuni 15 jiwa, warga sekitar, terpaksa diungsikan sementara dari rumahnya. Hal itu dilakukan menyusul bangunan senderan tower tersebut mengalami longsor, Senin (21/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Desa Derongisor, Sudik mengungkapkan, kondisi tower sudah sangat membahayakan, karena tanah dan bangunan senderannya mengalami longsor cukup luas dan panjang. "Warga kami yang berada didekat tower, saat ini masih was-was dan khawatir, takut sewaktu-waktu tower mengalami longsor dan menimpa rumah penduduk," ujar dia kepada suaramerdeka.com di lokasi longsor, Selasa (22/5) siang.

Setelah melakukan pembersihan material tanah yang menutup seluruh badan jalan yang menghubungkan Desa Derongisor dengan Desa Deroduwur, pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi bersama Camat, Polsek, Koramil, BPBD dan perwakilan PT Mitra Tel. "Empat rumah di sekitar tower milik empat keluarga yang ditinggali 15 jiwa untuk sementara waktu diungsikan dahulu ke tempat keluarga mereka," tutur dia.

Menurut dia, kebijakan mengungsikan empat keluarga tersebut sebetulnya sudah dilakukan sejak Maret, karena sebelumnya tanah lokasi senderan tower mengalami retak-retak. "Tower tersebut dibangun PT Data Link pada 2009 dan beroperasi aktif 2010. Sebelumnya, tahun 2017 tanah pernah mengalami retak dan ambles, namun retakan bertambah parah awal 2018," beber dia.

Melihat kejadian itu, pihaknya berupaya untuk berkoordinasi dengan pemilik tower yang kini telah berganti pemilik menjadi PT Mitra Tel, agar kondisi tersebut segera diperbaiki. Melihat retakan cukup parah dan amblesan tanah hingga 40 sentimeter, pihaknya meminta warga sekitar diradius 72 meter untuk waspada dan berhati-hati. "Warga sangat ketakutan saat hujan besar, saat ada angin dan gempa bumi, takut kenapa-napa," akunya.

Mempertimbangkan keamanan dan keselamatan warganya, pihaknya berupaya melakukan mediasi dengan pemilik tower agar empat keluarga yang rumahnya berada di zona merah sementara waktu diungsikan terlebih dahulu. Selain empat rumah, di sekitar tower yang kondisinya menggantung terdapat bangunan masjid, pos kampling serta toko pupuk yang juga rawan terdampak.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Prayitno menyebutkan, selain longsor senderan menutup jalan penghubung Desa Derongisor dengan Desa Deroduwur, longsor masih meninggalkan beberapa permasalahan lain. "Kondisi tower sudah menggantung. Tanah masih sangat rawan terjadi longsor, jadi perlu penanganan cepat," ujar dia.

Jika tidak segera diatasi dengan dibuat senderan permanen, dikhawatirkan tower tersebut ikut roboh menimpa rumah penduduk yang ada disebelahnya. Jadi, perlu adanya langkah yang pasti guna keamanan dan keselamatan bersama. Selain rumah penduduk, di sekitar tower juga terdapat masjid besar yang digunakan aktif warga masyarakat untuk kegiatan ibadah sehari-hari.

Komandan Koramil 03/Mojotengah, Kapten Infanteri Panut, juga mendorong pihak PT Mitra Tel segera mengambil sikap dan langkah, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Kondisi saat ini tanah di sekitar lokasi longsor yang menutup jalan sudah bersih, sehingga akes jalan sudah bisa dilalui roda dua dan roda empat dengan lancar. "Namun karena kondisi tower menggantung, masih menjadi kewaspadaan warga masyarakat," beber dia.

Saat melalukan mediasi antara warga RT 01 RW 03 Dukuh Serang dengan PT Mitra Tel yang disaksikan Kepala BPBD Wonosobo, Koramil, Polsek, Kecamatan dan Kades Derongisor, PT Mitra Tel akan bertanggung jawab terjadinya sandaran tower yang longsor. Untuk kegiatan penanganan bencana dilanjutkan Rabu (23/5) dengan menggunakan alat berat.

Hal ini untuk memudahkan proses pembersihan material longsor dan pembangunan kembali pondasi talud tower permanen demi keamanan dan keselamatan jiwa masyarakat dan para pengguna jalan. Penanggung jawab tower juga akan menanggung ganti rugi kepada empat keluarga yang diungsikan. Yakni keluarga Jemangin (55) jumlah lima jiwa, Supardi (38) empat jiwa, Prayit (65) tiga jiwa dan Slamet (30) tiga jiwa. Masing-masing Rp 2 juta per bulan.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)