• KANAL BERITA

Jalur Evakuasi Rusak, Butuh Rp 100 Miliar

Status Merapi Naik Level II

Sekda Klaten, Jaka Sawaldi, meninjau ruangan pemantauan Merapi di kantor BPBD Klaten, Selasa (22/5).(suaramerdeka.com/Merawati Sunantri)
Sekda Klaten, Jaka Sawaldi, meninjau ruangan pemantauan Merapi di kantor BPBD Klaten, Selasa (22/5).(suaramerdeka.com/Merawati Sunantri)

KLATEN, suaramerdeka.com - Status Gunung Merapi naik dari aktif normal (level I) menjadi waspada atau level II. BPBD Klaten mulai meningkatkan kewaspadaan dengan memfokuskan tiga desa di Kecamatan Kemalang, Klaten yang masuk dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi.

Ketiga desa tersebut dihuni seribu lebih jiwa. Desa Balerante 3.500 jiwa, Sidorejo 4.500 jiwa dan Tegalmulyo 3.500 jiwa. Namun kendala saat ini jalur evakuasi di Kemalang rusak parah. Untuk perbaikan jalur vital tersebut Pemkab mengajukan dana ke pusat Rp 100 miliar.

‘’Kendalanya, saat ini sebagian jalur evakuasi rusak parah. Untuk itu, Pemkab Klaten mengajukan dana Rp 100 miliar ke pusat untuk perbaikan jalur evakuasi di Kemalang,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto.

Bambang mengungkapkan itu usai rapat koordinasi terkait naiknya status Merapi menjadi Waspada dengan Bupati Sri Mulyani, Sekda Jaka Sawaldi, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Nur Tjahjono, Camat Kemalang Kusdiyono dan sejumlah pejabat terkait di rumah dinas Bupati, Selasa (22/5).

Letusan freatik pada Senin (21/5) pagi hingga malam, membuat sebagian warga lereng Merapi mengungsi ke lokasi yang lebih rendah. Sebagian masih trauma dengan dampak letusan dahsyat 2010 silam, saat awan panas menerjang Desa Balerante hingga membumihanguskan 165 rumah.

‘’Ada warga yang turun mengungsi, Senin (21/5) malam setelah terjadinya letusan freatik. Namun, kami informasikan bahwa status Merapi masih waspada sehingga mereka mau kembali ke rumah masing-masing. Tentu saja mereka diharapkan tetap waspada,’’ ujar Bambang Giyanto.

Tidak Panik

Bupati Sri Mulyani meminta masyarakat agar tidak panik dan waspada sehubungan dengan naik status Merapi. Pemkab aktif memantau dan koordinasi dengan BPPTKG untuk mengetahui perkembangan kondisi Merapi

Dia minta agar aktivitas penambangan galian C di lereng Merapi dihentikan jika status Gunung Merapi naik menjadi Siaga agar bila sewaktu-waktu terjadi erupsi tidak membahayakan warga.

‘’Sebaiknya, penambangan galian C dihentikan bila statusnya siaga, ini demi keselamatan semua. Pemkab Klaten mohon doa seluruh masyarakat agar Merapi tetap aman sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,’’ tegas Bupati.

Rencananya Rabu (23/5) akan diadakan rakor lintas sektoral yang dihadiri unsur Pemkab Klaten, relawan dan masyarakat di ruang B1 Setda Klaten. Sudah disiapkan tiga barak pengungsian di Desa Kebondalem Lor Prambanan, Desa Menden Kebonarum dan Desa Demakijo Karangnongko.

Tahun 2018 ini, Pemkab Klaten telah mengalokasikan dana siap pakai Rp 500 juta untuk kebencanaan. Selain itu, ada pos Biaya Tak Terduga (BTT) untuk penanganan bencana Rp 2,3 miliar. Dana tersebut bisa dipakai dalam kondisi darurat.


(Merawati Sunantri/CN40/SM Network)