• KANAL BERITA

Petugas Belum Ditemukan Pelanggaran

Pembatasan Tempat Hiburan

TENGAH MENGECEK : Petugas Satpol PP tengah melakukan pengecekan pada salah satu tempat karaoke di Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. (SM/Asep Abdullah)
TENGAH MENGECEK : Petugas Satpol PP tengah melakukan pengecekan pada salah satu tempat karaoke di Solo Baru, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. (SM/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Sukoharjo belum menemukan pelanggaran terhadap puluhan tempat hiburan yang mendapatkan surat edaran (SE) Bupati tentang pembatasan jam operasional selama Ramadan.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo mengungkapkan, tempat hiburan malam yang diminta tutup sejak  Kamis (17/5) kemarin, hingga menjelang seminggu ini dinyatakan masih tertib. Dia berharap tidak ada pengusaha hiburan malam yang meberobos aturan yang sudah diedarkan jauh-jauh hari. Apalagi masyarakat juga ikut melakukan pengawasan. “Aturannya tidak melakukan kegiatan pada tujuh hari awal dan tujuh hari akhir Ramadan. Ini menjelang tujuh hari, masih tertib,” ungkapnya, Senin (21/5).

Lebih lanjut Heru menerangkan, tempat hiburan yang dimaksud yakni cafe, pub, diskotik, karaoke dan billyard. Menurutnya ada puluhan titik di sejumlah kecamatan. Diantaranya berpusat di Solo Baru, Kecamatan Grogol dan Kartasura. Meskipun beberapa hari ke depan pengusaha hiburan bisa membuka usahanya kembali, tetapi khusus cafe, pub dan diskotik hanya bisa beroperasi dari pukul 22.00 hingga 24.00 saja. “Karaoke dan billyard, dari pukul 11.00-17.00 dan 20.30-24.00,” terangnya.

Dia menegaskan, jika ada yang berani mencoba-coba memanipulasi jam operasionalnya atau memperpanjangnya, pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi. Selain tempat hiburan malam, juga ada pusat kebugaran dan pusat permainan video game yang juga dibatasi jam operasionalnya. Dia bergarap SE Bupati bernomor 556/1590/V/2018 terkait himbauan operasional, bisa ditaati hingga selesainya Ramadan. “Ada yang tidak taat, ancamannya kami lakukan penutupan,” papar dia.

Warga Kota Makmur, Mukhlis (42) berharap pengawasan terhadap tempat hiburan malam serta pusat kebugaran tidak hanya ketat saat awal Ramadan. Namun hingga selesainya Ramadan, petugas dari Satpol PP dan juga aparat kepolisian serta TNI, tetap mengetatkan pengawasan. Dia tidang ingin ada tempat hiburan yang justru luput dari pengawasan. “Baik yang kecil, maupun yang besar harus diawasi ketat. Jadi kami harap dari awal hingga akhir, patroli ke tempat hiburan tetap intens,” harapnya.


(Asep Abdullah/CN34/SM Network)