• KANAL BERITA

Usai Lebaran, 12 Kios PKL Dibongkar

Masjid Sriwedari Segera Dibangun

Pengendara motor melintas di depan kios pedagang kaki lima (PKL) Sriwedari, Senin (21/5). Belasan kios di sisi barat Joglo Sriwedari menjadi sasaran pembongkaran oleh Pemkot Surakarta. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Pengendara motor melintas di depan kios pedagang kaki lima (PKL) Sriwedari, Senin (21/5). Belasan kios di sisi barat Joglo Sriwedari menjadi sasaran pembongkaran oleh Pemkot Surakarta. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Rencana pembangunan Masjid Taman Sriwedari Surakarta (MTSS) akan segera dimulai. Material proyek diperkirakan tiba sesudah Lebaran, sehingga persiapan pembangunan segera dilakukuan antara lain pemasangan pagar di sekitar lokasi.

"Ada 12 kios yang akan dibongkar usai Lebaran. Material proyek diperkirakan tiba di lokasi pembangunan sesudah Lebaran. Butuh pemasangan pagar di sekitar lokasi pembangunan masjid," ungkap Kepala Dinas Pariwisata, Hasta Gunawan, usai Sosialisasi Penataan Kawasan Sriwedari di Grha Wisata Niaga, Senin (21/5).

Menurut Hasta, pembongkaran 12 kios tersebut diprioritaskan pemkot lantaran lahan yang mereka tempati akan dimanfaatkan sebagai lokasi penyimpanan material proyek. Pemkot, lanjutnya, menyediakan ongkos bongkar bagi pedagang dan menyiapkan selter PKL Sriwedari sebagai pengganti lokasi berjualan.

"Pedagang memang meminta diberikan kios darurat di lokasi lain. Tapi kami belum bisa memutuskan. Yang jelas mereka akan mendapatkan ongkos bongkar," jelasnya.

Kabid PKL Dinas Perdagangan, Didik Anggono menambahkan, dipilihnya selter PKL Sriwedari sebagai lokasi berjualan sementara, disebabkan keterbatasan anggaran pemkot. Hingga kini pemkot belum mengalokasikan dana pembangunan kios darurat bagi 12 pedagang terdampak pembangunan MTSS tersebut. "Selter kuliner Sriwedari itu menjadi satu-satunya lokasi yang saat ini tersedia," tandasnya.

Sementara itu sejumlah PKL belum sepakat dengan keputusan pemkot untuk merelokasi kios mereka ke selter. "Ukuran selter terlalu kecil. Kondisinya juga terbuka. Lalu bagaimana keamanan dagangan kami, seperti mainan, gerabah dan lain-lain," kata salah seorang pedagang, Joko Sukamto.

Joko lantas meminta waktu untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pedagang lain. Ia bahkan mengusulkan pembangunan kios darurat di lahan sisi selatan Sriwedari guna mengakomodasi usaha PKL selama pembangunan MTSS. "Prinsipnya kami sepakat dengan program penataan Sriwedari. Tapi untuk masalah selter, perlu kami bahas lagi," tegasnya.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)