• KANAL BERITA

Airlangga Satu-satunya Cawapres dari Golkar

Dampingi Jokowi

Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)
Ketum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (suaramerdeka.com/Asep Abdullah)

SUKOHARJO, suaramerdeka.com – Partai Golongan Karya (Golkar) secara bulat akan menyodorkan Ketua Umum, Airlangga Hartarto, sebagai satu-satunya calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Joko Widodo atau Jokowi.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, tidak menampik jika suara yang muncul untuk posisi cawapres Jokowi dari internal partai berlambang pohon beringin tersebut, yakni Airlangga. Bahkan nama Airlangga menurutnya satu-satunya dari internal yang paling kuat untuk mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. “Hampir semua kader Partai Golkar mengusulkan Pak Airlangga sebagai cawapres Pak Jokowi,” terangnya ditemui di Kabupaten Sukoharjo, Senin (21/5).

Ace yang juga Wakil Ketua Komisi VIII itu menuturkan, untuk pengajuan Airlangga sebagai cawapres Jokowi akan menunggu mekanisme partai. Meski pun sejumlah tokoh partai seperti Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, yang sekaligus Ketua Kosgoro 1957 telah mendorong pendeklarasian cawapres. “Di internal partai secara bulat Pak Airlangga, tetapi kami menyerahkan sepenuhnya pada Pak Jokowi. Hanya saja kami tak bisa menahan aspirasi yang terus berkembang di internal,” tutur dia.

Dia mengakui, jika pembahasaan secara formal dalam partai baru akan dilakukan pasca usai Lebaran atau setelah Pilkada serentak. Meski pun ada desakan dari pendiri, organisasi sayap (ormas) partai dan juga kader pada umumnya, dipastikan pengajuan cawapres tidak akan seperti partai lain. Menurutnya Partai Golkar masih mengamati konstelasi politik yang ada. “Nah itu bedanya. Yang penting di internal hanya ada nama Pak Airlangga yang nantinya kan diajukan jadi cawapres, tidak ada yang lain,” akunya.

Saat ditanyakan pada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dia masih tampak malu-malu menyebut jika dirinya sebagai cawapres dari Jokowi. Namun saat acara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dia dengan lantang menyebut “Go Jokowi” dan beberapa kali mengutarakan soal koalisi partai di pemerintahan. “Koalisi di pemerintahan sudah besar, ada 67 persen di parlemen. Tetapi soal cawapres dari Partai Golkar dibahas usai Pilkada. Tunggu waktunya,” ungkapnya.


(Asep Abdullah/CN40/SM Network)