• KANAL BERITA

Volume Sampah di TPA Wonorejo, Meningkat

Seorang pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Senin (21/5) kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Seorang pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Senin (21/5) kemarin. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Volume sampah dari wilayah perkotaan di Wonosobo yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wonorejo Kecamatan Selomerto, Wonosobo terus mengalami peningkatan. Petugas mencatat, rata-rata volume sampah yang diangkut petugas mencapai sekitar 60 ton per hari, belum lagi sampah rumah tangga yang diangkut masyarakat menggunakan mobil pribadi rata-rata sekitar 30 ton per hari.

Petugas Timbangan TPA Sampah Wonorejo, Taufik Hidayat menyebutkan, kondisi saat ini, volume sampah yang masuk ke TPA Wonosobo memang sangat tinggi. Setiap harinya terpantau terus mengalami peningkatan. "Kalau hari-hari biasa volume sampah yang diangkut petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wonosobo mencapai sekitar 50-60 ton," beber dia.

Selain petugas dinas, banyak pula masyarakat yang membuang sampah rumah tangga menggunakan mobil pribadi. Hasil pendataan yang dilakukannya, rata-rata volume sampah yang dibawa antara 30-40 ton per hari. "Sampah-sampah itu rata-rata dibawa dari komplek perumahan di wilayah perkotaan di Wonosobo, serta wilayah kecamatan sekitar terdekat," terang dia.

Lebih lanjut Taufik mengungkapkan, volume sampah biasanya akan mengalami peningkatan sangat drastis pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu. Untuk volume sampah yang dibawa petugas biasanya stagnan, namun volume sampah yang dibawa masyarakat justru mengalami kenaikan drastis. "Kalau Sabtu dan Minggu, mobil sampah di luar dinas volume yang masuk bisa sampai 60 ton per hari," akunya.

Untuk momen Ramadan, volume sampah rumah tangga maupun dari lingkungan perkotaan, baik dari pasar-pasar tradisional, sampah di jalan maupun pusat keramaian biasanya sekitar 50 ton per hari. Biasanya volume sampah akan meningkat tajam pada momen Lebaran. "Momen Ramadan terpantau volume sampah sedikit berkurang. Mungkin karena tingkat konsumsi masyarakat pada siang hari berkurang," beber dia.

Dia menyebutkan, saat ini terdapat 10 armada truk pengangkut sampah dioperasionalkan mengangkut sampah rumah tangga maupun lingkungan wilayah perkotaan. Masing-masing armada, mengangkut antara dua-tiga kali muatan. Namun, saat momen Ramadan dan Lebaran, masing-masing armada bisa mengakut antara tiga-empat kali muatan.

Untuk sampah rumah tangga yang dibawa masyarakat, biasanya mereka menggunakan mobil pikup atau motor roda tiga. Volume sampah yang dibawa sekitar antara 30-40 ton per hari. Mereka membawa sampahnya sendiri, karena tempat mereka tidak terjangkau petugas dinas. Untuk mobil luar dinas, biasanya dikenakan retribusi Rp 2.500 sekali muatan.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)