• KANAL BERITA

Dinas Perdagangan Sidak Pasar Tradisional dan Modern

Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama dengan Bagian Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang saat mengadakan sidak di Pasar Peterongan, Senin (21/5). (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)
Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama dengan Bagian Perekonomian, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, dan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang saat mengadakan sidak di Pasar Peterongan, Senin (21/5). (suaramerdeka.com/Muhammad Arif Prayoga)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Kota Semarang mengadakan sidak dan pengecekan harga-harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pasar modern pada awal ramadan ini. Sidak dilakukan guna memantau stabilitas harga. Tiga tempat dikunjungi dalam kegiatan sidak tersebut yakni Pasar Tradisional Peterongan, pusat perbelanjaan Hypermart di Java Mall, dan Superindo di Jalan Dokter Wahidin.

''Berdasarkan hasil sidak ini, harga kebutuhan pokok masih stabil. Di Pasar Peterongan, kenaikan harga hanya terjadi pada daging ayam dan telur saja. Tapi di pasar modern, harga kebutuhan pokok justru masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kami perkirakan harga-harga masih akan normal hingga H-6 nanti,'' kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Senin (21/5).

Saat ini harga bawang putih berada di kisaran Rp 23 ribu hingga Rp 25 ribu, bawang merah Rp 30 ribu hingga Rp 32ribu, cabe rawit Rp 30 ribu, dan cabe keriting Rp 28 ribu. Sementara untuk telur harga mencapai Rp 24 ribu dan daging ayam harganya masih mencapai Rp 35 ribu.

''Standarnya harga telur Rp 22 ribu dan harga daging ayam Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu. Terkait ini, kami akan mencoba berkordinasi dengan pedagang unggas,'' papar dia.

Buyer Hypermart, Singgih Hendratno mengungkapkan, pihaknya melakukan peningkatan stok sebesar 30 persen. Stok diperbanyak guna mengantisipasi peningkatan daya beli seperti halnya pada saat lebaran kemarin. ''Biasanya pembelian terbesar akan terjadi pada produk biskuit, beras, daging, dan sirup,'' tukas dia.

Bagian Pemeriksaan dari BPPOM Semarang, Dwi Ernawati menyatakan, sebelum sidak ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan di tiga wilayah meliputi Pasar Banyumanik, Pasar Karangayu, dan Relokasi Pasar Johar. Sementara untuk wilayah Jawa Tengah, proses sidak telah dilakukan di 25 tempat. Meliputi toko, grosir, distributor, dan pasar yang tersebar di beberapa Kabupaten/Kota.

''Kami hanya melakukan pemeriksaan bagi izin edar produk dan tanggal kadaluarsanya saja. Bila izin edar belum diperpanjang maka kami akan tarik produknya sampai dilakukan perpanjangan. Kalau pun diberikan sanksi berupa sanksi administratif yaitu peringatan agar tidak mengulangi perbuatan serupa. Izin edar berlaku lima tahun sekali. Sementara bila barang ditemukan kadaluarsa maka pemiliki barang harus memusnahkannya, kami hanya menyaksikan proses itu,'' ungkap dia.


(Muhammad Arif Prayoga/CN40/SM Network)