• KANAL BERITA

Dibongkar, Gudang Petasan Siap Edar

Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto bersama Kapolsek Sukoharjo Iptu Suradi menunjukkan barang bukti sitaan ribuan petasan di Mapolres Wonosobo, Senin (21/5) sore. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Edy Istanto bersama Kapolsek Sukoharjo Iptu Suradi menunjukkan barang bukti sitaan ribuan petasan di Mapolres Wonosobo, Senin (21/5) sore. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Gudang petasan siap edar di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo, Wonosobo, dibongkar aparat kepolisian dari Polsek Sukoharjo dan Polres Wonosobo, Senin (21/5). Tak kurang dari satu juta petasan dengah berbagai ukuran yang siap diedarkan telah disita petugas dan saat ini telah diamankan di Mapolres Wonosobo. Sementara dua tersangka tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras, melalui Kasatreskrim, AKP Edy Istanto mengungkapkan, petasan yang disita petugas ukuran bervariasi, mulai diameter 0.5 sentimeter hingga yang paling besar 10 sentimeter. "Kronologi pengungkapan, diawali dari kegiatan patroli Polsek Sukoharjo di Pasar Sampih Sukoharjo pada Minggu (20/5) siang," ujar dia saat ungkap kasus di Mapolres Wonosobo, Senin (21/5).

Pada saat itu, petugas tengah melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan berupa patroli. Anggota Polsek Sukoharjo mengamankan seorang penjual kembang api berinisial N, yang membawa sekitar 10 ribu butir petasan cabe rawit (ukuran kecil). "Tersangka N, warga Kecamatan Leksono. Dia kemudian dibawa ke Mapolsek untuk dimintai keterangan,” kata dia.

Berawal dari keterangan N tersebut, pihaknya berhasil mengungkap adanya gudang petasan milik DU yang berada di Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo. Di lokasi gudang yang juga merupakan kediaman DU, polisi berhasil mengamankan lebih dari 13 karung berisi petasan siap jual. Jumlah totalnya petasan hampir mencapai satu juta butir. Mulai dari diameter 0,5 sentimeter hingga 10 sentimeter.

Adapula beberapa petasan yang sudah dirangkai sepanjang satu meter. Saat diperiksa petugas, tersangka DU mengaku baru pindahan dari luar kota dan belum ada setahun menghuni rumah tersebut. "Menurut keterangan tersangka DU, dirinya memesan petasan tersebut dari pabrik petasan di wilayah Indramayu, Jawa Barat seharga hampir Rp 100 juta,” terang Edy.

Hingga saat ini pihaknya tengah melakukan penyidikan intensif kepada pelaku N dan DU. Atas tindakan para tersangka, pihaknya menerapkan pelanggaran sesuai Undang undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. “Ancaman hukumannya kurungan mulai dari 12 tahun hingga seumur hidup. Ini karena petasan merupakan bahan atau benda peledak yang membahayakan,” tandas dia.

Kapolsek Sukoharjo, Iptu Suradi menambahkan, pihaknya tidak henti-hentinya memberikan imbauan kepada masyarakat tentang bahaya petasan. “Dalam setiap kesempatan bersama masyarakat, kami selalu menyampaikan himbauan untuk tidak bermain petasan. Bahkan, menjelang dan selama bulan Ramadan ini, kami juga secara rutin melaksanakan patroli jelang maghrib maupun sehabis tarawih," ujar dia.

Patroli dilakukan guna mengantisipasi adanya masyarakat yang menyalakan petasan. Pihaknya berharap, dengan adanya pengungkapan gudang petasan ini, masyarakat Sukoharjo khususnya maupun Wonosobo umumnya, tidak lagi menyalakan petasan. Karena selain membahayakan, bermain petasan juga sangat mengganggu kekhusyukan warga masyarakat yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan.


(M Abdul Rohman/CN40/SM Network)