• KANAL BERITA

BPBD Petakan Potensi Bencana Kekeringan

Sejumlah warga nampak harus antre untuk mendapatkan air bersih saat terjadi kekeringan tahun 2017 lalu. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Sejumlah warga nampak harus antre untuk mendapatkan air bersih saat terjadi kekeringan tahun 2017 lalu. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Memasuki musim kemarau ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati mulai melakukan pantauan dan memetakan daerah rawan kekeringan dan menyiapkan tindakan untuk mengatasi sesuai dengan tingkat kerawanan masing-masing daerah.

Kepala BPBD Kabupaten Pati, Sanusi Siswoyo, saat memantau di Desa Kedungmulyo, Kecamatan Jakenan, menyebutkan pihaknya melakukan pemantauan di daerah-daerah berpotensi terdampak bencana alam kekeringan.

Dalam pantauan itu, pihaknya mengecek sumber mata air di daerah tersebut, terutama untuk mengetahui dampak musim kemarau dan tingkat penurunan debit airnya.

‘’Hasilnya kami menemukan ada sumber air seperti sumur, aliran sungai, embung yang mengalami penurunan debit air. Bahkan sejumlah lahan pertanian juga sudah mengering,’’ kata Sanusi Siswoyo.

Diharapkan dengan adanya pantauan dan pemetaan itu bisa dilakukan pendataan daerah-daerah yang berpotensi terjadi bencana kekeringan saat musim kemarau. Dengan begitu langkah penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. ‘’Sehingga jika kekeringan benar terjadi maka langkah koordinasi bisa segera dilakukan,’’ katanya.

Dari data, Pati terbilang memiliki daerah rawan kekeringan cukup besar di saat musim kemarau. Di antaranya itu seperti Kecamatan Gabus, Winong, Kayen, Sukolilo, Jakenan, Jaken, Tambakromo dan Margorejo.

Selain memang debeit air minim, adapula daerah yang air tanahnya tidak layak, sehingga untuk kebutuhan memasak mengandalkan bantuan air bersih dari warga lain.Saat bencana kekeringan para warga mengandalkan bantuan air bersih, baik dari pemerintah daerah maupun bantuan swasta.


(Beni Dewa/CN40/SM Network)