• KANAL BERITA

BPBD Boyolali Kirim Tiga Tim Pemantau

Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Kecamatan Selo mengamati aktivitas Merapi melalui layar komputer. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)
Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Kecamatan Selo mengamati aktivitas Merapi melalui layar komputer. (suaramerdeka.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI, suaramerdeka.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali bergerak cepat mengirimkan tiga tim untuk memantau masyarakat. Yaitu di tiga kecamatan di kawasan lereng Merapi meliputi Kecamatan Selo, Musuk dan Kecamatan Cepogo.

‘’Kami bersyukur warga Boyolali tetap aman, tidak terdampak abu vulkanik,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Bambang Sinungharjo, ketika memantau perkembangan Merapi dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah, Kecamatan Selo.

Dalam sehari kemarin, Senin (21/5), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi (BPPTKG) mencatat terjadi dua kali letusan freatik Gunung Merapi. Letusan terjadi pada waktu yang berdekatan yaitu pukul 01.25 WIB dan pukul 09.38 WIB.

Letusan ini merupakan kali ketiga, setelah gunung yang terletak di Kabupaten Boyolali, Klaten, Magelang di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini, meletus freatik pada Jumat (11/5) lalu.

Ketua BPBD mengatakan warga Boyolali tetap beraktivitas seperti biasa. Tidak ada kekhawatiran adanya letusan susulan dari salah satu gunung teraktif di dunia itu. Namun demikian pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di lereng Merapi.

Kejadian ini tidak membuat masyarakat setempat menjadi panik. Meski demikian sejumlah warga mencari informasi di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah ihwal aktifitas Gunung Merapi yang sudah menjadi sahabat warga setempat.

BPBD memastikan masyarakat dalam kondisi aman dan tetap beraktivitas seperti biasa. Namun pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para pemangku wilayah terkait perkembangan aktivitas Gunung Merapi dan kondisi masyarakat.

‘’Untuk pengamanan, Tim Reaksi Cepat (TRC) sudah bergerak naik satu tim, memantau kecamatan Selo, Cepogo, dan Musuk. Kalau Kategori Rawan Bencana (KRB) tiga meliputi Desa Tlogolele, Jrakah, dan Klakah semua aman,’’ tandas Sinung.

Terpisah, Kades Tlogolele, Kecamatan Selo, Widodo mengaku desanya tidak terkena hujan abu dampak letusan freatik. Warga juga tetap beraktivitas seperti biasa dengan bekerja di ladang. Pihaknya juga tidak memantau puncak Merapi karena cuaca berkabut. ’’Masyarakat tetap beraktivitas ke ladang. Namun demikian, kami menghimbau agar mereka senantiasa waspada,’’ tandasnya.


(Joko Murdowo/CN40/SM Network)