• KANAL BERITA

Penyaluran Pembiayaan Lewat BMT Dinilai Lebih Luwes

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

SOLO, suaramerdeka.com - Sangat beralasan jika BMT (Baitul Maal wa Tamwil) kini terus berkembang. Baik dalam jumlah lembaganya yang terus bertambah maupun nilai aset masing-masing BMT yang terus meningkat.

Sebab, BMT kini banyak menjadi jujugan masyarakat yang membutuhkan dana, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun produksi. Prosesnya cepat dan persyaratannya tidak njlimet. Lagi pula bagi hasil pembiayaan bisa dikompromikan kedua belah pihak, karena menggunakan sistem syariah.

"Beberapa BPR dan bank umum ragu ketika saya mengajukan kredit karena masalah BI checking. Tapi ketika saya mengajukan ke BMT, tidak ada pertanyaan BI cheking. Asal peruntukan jelas dan jaminan oke, pinjaman langsung cair. Beberapa teman pun mengalami hal yang sama," kata Vina, Senin (21/5).

Pengamat sekaligus pengawas BPR, Suharno mengatakan, BPR harus cepat melakukan revolusi mental organisasi, jika ingin berkompetisi dengan bank umum, BMT, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya. BPR juga harus siap melakukan perubahan dalam pelayanan dan produk tanpa harus menunggu regulasi.

Ia mengatakan, saat ini pelaku BPR masih menunggu regulasi dalam melakukan perubahan. Perubahan yang utama dari owner jangan hanya menuntut laba saja, namun harus mendorong manajemen melakukan terobosan dan inovasi. "Bila ini tidak dikerjakan, BPR tidak akan mampu bersaing dengan BMT dan sejenisnya," kata staf pengajar Fakultas Ekonomi Unisri Solo itu.

Terpisah, kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo Laksono Dwionggo mengatakan, BMT merupakan lembaga keuangan yang berada di bawah Kementrian Koperasi dan UMKM. Dengan demikian BMT tunduk pada ketentuan yang diatur Undang Undang No 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Sementara Bank Umum dan BPR diawasi dan diatur oleh OJK yang tunduk pada Undang Undang No 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Semakin banyak lembaga keuangan yang beroperasi di suatu daerah, maka hal itu dapat meningkatkan tingkat inklusi keuangan masyarakat di daerah tersebut. "Ini  berkorelasi positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di daerah," kata Laks, begitu dia akrab disapa.


(Langgeng Widodo/CN41/SM Network)