• KANAL BERITA

Perpustakaan Sleman Galakkan Wisata Pustaka

ilustrasi: ist
ilustrasi: ist

SLEMAN, suaramerdeka.com - Upaya menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan masyarakat sering kali terganjal soal keterbatasan sarana dan prasarana, serta akses memperoleh buku. Mengatasi kendala itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman memiliki program wisata pustaka yang ditujukan sekolah berprestasi, atau sekolah yang lokasinya jauh dari perpustakaan.

Teknisnya, siswa dari sekolah sasaran itu dijemput oleh petugas DPK kemudian dibawa ke kantor perpustakaan daerah. Di lokasi, mereka diajak untuk mengikuti story telling. Setelah itu, anak-anak digiring menuju sumber pustaka semisal museum, candi atau perpustakaan Provinsi DIY.

"Anak-anak diajak untuk mengenal langsung sumber pustaka, dan bisa belajar apapun yang ada di dalamnya. Setelah itu mereka diminta untuk menulis pengalamannya," kata Kepala DPK Sleman Ayu Laksmi Dewi, kemarin.

Dengan metode pendekatan yang bersifat menyenangkan ini diharapkan kesadaran siswa untuk mencintai buku dapat tumbuh secara sendirinya. Disamping itu, dengan menuliskan laporan singkat tentang hasil kunjungannya dalam bentuk cerita, siswa juga dilatih rasa tanggung jawab dan peka terhadap lingkungan.

Selain wisata pustaka, membangkitkan kebiasaan gemar membaca sejak usia dini juga dilakukan lewat program perpustakaan keliling. Saat ini, DPK Sleman memiliki 5 armada yang setiap hari selalu berkeliling di lima hingga tujuh lokasi. "Masih banyak lagi yang kami upayakan seperti sosialisasi kepada kepala sekolah, kepala desa, bimtek pengelolaan perpustakaan dan story telling, serta lainnya," kata Ayu.

Berbagai program itu diklaim memberikan hasil yang positif. Pada 2017 lalu, realisasi persentase minat baca di Kabupaten Sleman berada pada angka 57,47 persen, sedangkan targetnya sebesar 57,22 persen. Artinya, menurut Ayu, peningkatan minat baca di telah mencapai target yang dipetakan. Adapun pendekatannya dihitung dari kunjungan perpustakaan dibandingkan dengan populasi yang dilayani.


(Amelia Hapsari/CN33/SM Network)