• KANAL BERITA

Merapi Kembali Erupsi Freatik

Foto: suaramerdeka.com/ dok
Foto: suaramerdeka.com/ dok

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi freatik, Senin (21/5) atau berselang sepuluh hari pasca kejadian terakhir pada Jumat (11/5) lalu. Hingga Senin (21/5) siang tercatat sebanyak dua kali erupsi freatik.

Data di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebutkan, letusan pertama terjadi pada pukul 01.25 WIB dengan ketinggian kolom 700 meter menuju arah barat daya.

Disusul kemudian pukul 09.38 WIB dengan tinggi kolom mencapai 1.200 meter mengarah ke selatan. Letusan susulan ini berlangsung dengan durasi sekitar 6 menit.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida mengungkapkan, erupsi freatik yang terjadi dua kali dalam sehari merupakan kejadian yang sangat jarang. Letusan kali ini pun berbeda dengan kejadian tanggal 11 Mei lalu karena tidak disertai tanda-tanda, meski sempat terjadi guguran.

"Kali ini tidak ada tanda sama sekali, termalnya berbeda. Kemarin, (erupsi 11 Mei) masih terekam sedikit kenaikan termal, tapi sekarang benar-benar langsung meningkat," jelasnya.

Namun menurut dia, tidak terekamnya gejala itu merupakan hal biasa. Dari 115 kejadian erupsi freatik gunung di seluruh dunia, 62 persen memiliki tanda, 22 persen tidak terdapat tanda yang jelas, dan sisanya sama sekali tidak ada gejala.

Menyusul erupsi freatik pada Senin (21/5), pihaknya mengimbau masyarakat mengenakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi dampak hujan abu.

"Setelah beberapa kali kejadian freatik, kemudian magmatik dan akan tumbuh kubah lava. Jika letusan mengarah magmatik, pasti akan kami sampaikan tapi sampai sekarang belum ada tanda aktivitas magmatik dilihat dari deformasi dan seismik," kata Hanik.

 


(Amelia Hapsari/CN33/SM Network)