• KANAL BERITA

Jemaah Haji Bakal Biayai Penuh ONH

Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya
Foto suaramerdeka.com/Cun Cahya

BANDUNG, suaramerdeka.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menargetkan calon jemaah tak lagi mendapat subsidi tapi sepenuhnya membiayai perjalanannya sesuai dengan ongkos yang dikeluarkannya mulai 2022. 

Untuk itu, BPKH bakal mengoptimalkan keberadaan dana haji di antaranya melalui investasi yang dilakukan sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam sisi operasional.

"Sekarang kan masih ada imbal hasil dari jemaah yang menunggu, nanti (polanya) seperti umrah, bayarnya," tandas Plt Kepala Badan Pelaksana BPKH, Anggito Abimanyu di Bandung, kemarin.

Dengan mekanisme full cost tersebut, jemaah haji cukup membayar uang muka, dananya kemudian dikembangkan. Kekurangannya akan dipenuhi dari setoran yang lunas. "Kalau kelebihan, kita kembalikan," tandasnya.

Dalam kaitan itu, BPKH tengah mencari sistem pengelolaan keuangan haji yang tepat. Pasalnya, tantangan yang dihadapi tak ringan di antaranya mulai efisiensi biaya operasional haji hingga kriteria investasi.

Hingga April lalu, BPKH mengelola dana haji sebesar Rp 105 triliun. Jumlah itu terdiri dari setoran awal berikut nilai manfaat Rp 102 triliun dan dana abadi yang mencapai Rp 3,2 triliun. 

Untuk operasional haji, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 13 triliun. Untuk tahap awal, mereka akan menyetor sebesar Rp 6,1 triliun. Dana sebesar itu sebagian besar, 65 persen disimpan di 31 bank syariah dan unit usaha syariah.

Khusus untuk pengembangan, BPKH menyatakan tengah menyasar Arab Saudi untuk melakukan investasi. Di antaranya hotel, katering, dan transportasi guna menunjang operasional haji dan tak menutup kemungkinan umrah.

"Kami sudah menerima 5 proposal yang kongkrit, dan itu di antaranya menyangkut tawaran terhadap 4 building, dan ini tengah dipertimbangkan," tandasnya.

Selain itu, langkah investasi lainnya juga tengah dilakukan dengan mengacu kepada sejumlah kriteria terutama dari sisi efisiensi. 

"Jadi kami mencari instrumen syariah dengan imbal hasil baik, resiko rendah, dan likuid, sehingga dananya bisa dipakai sewaktu-waktu," tandasnya.

Diharapkan, strategi itu bisa berkontribusi pada nilai manfaat yang lebih besar terutama bagi jamaah, termasuk untuk ongkos naik hajinya. "Harusnya ada pengaruhnya, tapi bukan ongkos turun lho ya, tapi ada efisiensi," kata Anggito Abimanyu.

Dengan return yang cukup, dia optimis jemaah haji bakal full cost pada 2022 bisa terealisasi. "Mulai tahun depan, kita juga akan membuat aplikasi bagi jemaah dalam mengontrol dana hajinya, jadi tinggal buka hape, tinggal dicek saldonya termasuk nilai manfaatnya," katanya.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)