• KANAL BERITA

Hadapi Lebaran, Stok Elpiji 3 Kg Ditambah Lima Persen

Ketua Hiswana Migas Salatiga Rudi Yuliawan menunjukkan stok gas elpiji 3 Kg yang tersedia di agennya PT Rakyat Makmur Nusantara Jalan Buk Suling Salatiga, Sabtu (19/5). (suaramerdeka.com/ Moch Kundori)
Ketua Hiswana Migas Salatiga Rudi Yuliawan menunjukkan stok gas elpiji 3 Kg yang tersedia di agennya PT Rakyat Makmur Nusantara Jalan Buk Suling Salatiga, Sabtu (19/5). (suaramerdeka.com/ Moch Kundori)

TINGKIR, suaramerdeka.com - Stok gas elpiji ukuran 3 kg selama bulan puasa dan menjelang lebaran di Kota Salatiga dijamin aman. Warga diminta tidak perlu khawatir dan ketakutan akan kekurangan pasokan.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Salatiga Rudi Yuliawan mengatakan, Pertamina menambah pasokan gas guna menjaga kertersediaan agar tidak langka saat Ramadan dan Lebaran ini. Sejauh ini belum ada lonjakan permintaan gas elpiji 3 Kg di masyarakat.

"Pokoknya saya dan teman-teman di Hiswana jamin gas aman. Kalau pun kurang nanti ditambah sama Pertamina," tegasnya.

Rudi menjelaskan, selama Ramadan dan Lebaran ini, stok gas elpiji 3 kg ditambah lima persen. Penambahan juga akan dilakukan lagi jika terjadi lonjakan permintaan masyarakat.
 
"Biasanya saat Lebaran nanti permintaan gas akan melonjak. Tetapi Pertamina sudah mengantisipasi dengan penambahan stok. Dalam sehari kebutuhan gas masyarakat Salatiga 6.720 tabung di empat empat agen yang ada di Salatiga," kata pemilik agen elpiji PT Rakyat Makmur Nusantara Jalan Buk Siling Salatiga ini.

Rudi berpesan kepada masyarakat yang secara ekonomi mampu, untuk tidak ikut-ikutan berebut untuk mendapat gas yang bersubsidi (3 Kg). Sebab gas bersubsidi itu untuk rakyat miskin.  

"Untuk masyarakat mampu, dianjurkan menggunakan gas 12 Kg atau bright gas 5,5 Kg. Minat masyarakat menggunakan dua jenis elpiji non subsidi tersebut masih perlu didorong. Tujuannya agar penggunaan elpiji tabung ukuran 3 kg benar-benar tepat sasaran, yakni masyarakat yang kurang mampu karena merupakan barang subsidi," jelasnya.

Rudi berharap Pemkot Salatiga menginstruksikan kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Salatiga untuk tidak menggunakan elpiji bersubsidi 3 Kg. Sebab saat ini tidak ada aturan jelas sehingga gas elpiji 3 Kg masih dijual bebas termasuk bagi masyarakat mampu.


(Moch Kundori/CN33/SM Network)