• KANAL BERITA

Transaksi di Negara Maju Sudah Tak Lagi dengan Uang Tunai

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Di era modern seperti sekarang ini, penguasaan teknologi informasi terutama internet banking menjadi penting. Karena transaksi tidak lagi menggunakan uang tunai, tapi cukup dengan digital banking. Di berbagai negara Asia bahkan Asean, transaksi dengan internet banking sudah dilakukan.

Sementara di Indonesia, belum banyak masyarakat yang melakukan transaksi dengan cara itu. Kondisi demikian ini, disebabkan karena banyak masyarakat Indonesia yang belum menguasai teknologi informasi. Walau secara perlahan-lahan kini sudah mulai banyak yang tahu tentang teknologi itu.

Pengguna internet banking di dunia jumlahnya mencapai 54 persen, sementara di negara China sudah mencapai 16 persen. Sedangkan di Indonesia baru sekitar lima  persen. Namun sejak hadirnya gawai yang canggih mampu mendorong masyarakat melek teknologi. Salah satunya adalah pengguna internet banking di industri keuangan.

Berdasarkan data tahun 2016, menurut Jasin Halim, CEO PT Kiosen Komersial Indonesia Tbk, masyarakat Indonesia yang punya rekening bank baru sekitar 36 persen dari jumlah penduduk yang ada. Tapi sekarang jumlah pemilik rekening bank, mungkin sudah mencapai lebih dari 40 persen.

''Hadirnya gawai sangat membantu transaksi keuangan secara online,'' ujar Jasin Halim, di hadapan peserta Seminar Digital Finance Prospect di Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta di kampus setempat, kemarin.  

Lebih lanjut Jasin mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir ini Financial Technologi (Fintech) di Indonesia mulai berkembang cukup baik. Bahkan bank juga sudah mulai mengarah ke fintech agar mempermudah nasabahnya dalam bertransaksi keuangan. Diharapkan, pemerintah terus mendorong masyarakat melek terhadap fintech.

Sementara CEO Bank Index Selindo, Gimin Sumalim mengatakan, keberadaan fintech mempermudah masyarakat mendapatkan pinjaman. Jika pinjam melalui bank, menurut dia, selain banyak aturan dan harus ada jaminan. Sementara lewat fintech bisa cepat dan tanpa anggunan.

Bahkan di Negara China, lanjut Gimin, fintech hadir dimana-mana. ''Makan di warung bayarnya menggunakan fintech (QR), sudah tidak lagi dengan uang tunai,'' katanya menjelaskan.

''Suatu saat nanti cepat atau lambat, juga bakal terjadi di Indonesia. Itu pentingnya penguasaan teknologi informasi,'' tambah dia.

Dekan Fakultas Bisnis UKDW Yogyakarta, Dr Singgih Santoso MM menambahkan, seminar ini digelar dalam rangka Dies Natalis Fakultas Bisnis UKDW ke 33 sekaligus mempersiapkan mahasiswa memperkenalkan digital banking sekaligus untuk mempersiapkan lulusan UKDW melek fintech.


(Sugiarto/CN40/SM Network)