• KANAL BERITA

Indonesia Kuasai 30 Persen Tekstil ASEAN

RUPS: Rapat umum pemegang saham PT Sritex di Aston Hotel Solo. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)
RUPS: Rapat umum pemegang saham PT Sritex di Aston Hotel Solo. (suaramerdeka.com/Langgeng Widodo)

SOLO, suaramerdeka.com - Presiden Direktur Sritex, Iwan Setiawan mengatakan, industri tekstil nasional secara keseluruhan masih akan mengalami peningkatan, terlebih mempertimbangkan kecenderungan peningkatan permintaan pelanggan dan penambahan basis pelanggan.

Menurut Iwan, negara-negara di kawasan Asia Tenggara, memberi kontribusi sembilan persen pada pangsa pasar tekstil global. Sementara di Asia Tenggara, kontribusi Indonesia mencapai 30 persen untuk pangsa pasar tekstil.

"Kinerja ekspor tekstil Indonesia, selama beberapa tahun terakhir menunjukan peningkatan rata-rata 7,9 persen per tahun," kata Presiden Direktur Sritex, Iwan Setiawan, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Solo, kemarin.

Pada RUPS PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Solo, memutuskan untuk membagi deviden Rp 163,6 miliar atas laba bersih perusahaan tahun 2017. Deviden itu naik siginifikan, yaitu 193 persen dari tahun sebelumnya Rp 55,78 miliar.

"Deviden dibagikan untuk 20.452.176.844 lembar saham dan akan dibayarkan 21 Juni kepada para pemegang saham," kata Iwan Setiawan.

Dengan kenaikan laba selama 2017, kata dia, perusahaan di Sukoharjo itu mampu menunjukkan kinerja makin kuat dan meningkat.

Sritek membukukan penjualan 759,3 juta dolar AS selama 2017, naik 12 persen dari penjualan 2016 yakni 679,9 juta dolar AS. Total nilai ekspor perusahaan tahun lalu 405 juta dolar AS dan memberi kontribusi 53,3 persen dari total penjualan dengan kenaikan 13,4 persen dibanding ekspor 2016.

"Peningkatan total penjualan perusahaan selama 2017 merupakan wujud keberhasilan dari strategi-strategi yang dijalankan. Mencakup peningkatan kapasitas produksi, efisiensi proses produksi dan operasional serta fokus pada penjualan produk-produk bernilai tambah," jelasnya.

Sritex Memimpin

Jika dibandingkan dengan beberapa pesaing domestik, kata Iwan, Sritex masih memimpin pasar pada 2017 dengan membukukan total penjualan lebih besar dibanding pesaing.

Sementara itu dalam paparan publik seusai RUPS Tahunan, tahun 2018 Sritex menargetkan peningkatan penjualan 35 hingga 40 persen. Sehingga total penjualan tahun 2018 sudah melebihi angka 1 miliar dolar AS. "Kami sangat optimis dapat mencapai target tersebut," ujar Iwan.

Terkait perluasan pasar ekspor, dia menyatakan, program itu berhasil mengingat peningkatan kontribusi penjualan ekspor menjadi 53,3 persen dari total penjualan selama 2017 dari sebelumya 52,5 persen. Dengan bertambahnya kapasitas produksi, tahun 2018, Sritex menargetkan penjualan ekspor berkontribusi 56 hingga 58 persen dari total penjualan.

Direktur Keuangan PT Sri Rejeki, Isman Allan Moran Severino menambahkan, kinerja finansial Sritex juga terbukti sangat solid dan positif. Beberapa indikator  keuangan seperti margin laba kotor, margin laba operasi, dan margin laba bersih masing-masing sebesar 22,6 persen, 17,7 persen, dan sembilan persen.

Margin itu meningkat dibanding 2016 yang masing-masing sebesar 21,4 persen, 17,0 persen, dan 8,7 persen. Dengan demikian, secara otomatis Ebitda margin perseroan meningkat dari 19,9 persen menjadi 21,5 persen dibanding tahun lalu. “Kami akan terus melakukan efisiensi, baik dalam proses produksi maupun operasional untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang,” kata Allan.


(Langgeng Widodo/CN40/SM Network)