• KANAL BERITA

Bagi Takjil, Ajak Tolak Radikalisme

BAGI TAKJIL: Anggota Fraksi PDIP DPRD Jateng Dede Indra Permana Sudiro membagikan takjil di bundaran Tugu Muda Kota Semarang, Sabtu (19/5). (suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)
BAGI TAKJIL: Anggota Fraksi PDIP DPRD Jateng Dede Indra Permana Sudiro membagikan takjil di bundaran Tugu Muda Kota Semarang, Sabtu (19/5). (suaramerdeka.com/Hanung Soekendro)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengajak masyararakat mencegah dan menolak tindak radikalisme. Bukan dengan seminar, melainkan melalui ajakan lisan dan spanduk yang dibentangkan di pinggir jalan sembari membagikan takjil berbuka puasa di bundaran Tugu Muda Kota Semarang, Sabtu (19/5).

Anggota Fraksi PDIP di DPRD Jateng, Dede Indra Permana Sudiro mengatakan, radikalisme dan terorisme merupakan musuh bersama. Keduanya sangat merugikan, baik dilihat dari segi pembangunan yang membuat tak lancar karena iklim tak kondusif mau pun jika dilihat dari sisi ekonomi. Investasi bisa jadi terganggu dengan adanya tindakan terorisme.

“Dilihat dari kacamata agama jelas merugikan. Kami (umat Islam) seakan-akan suka kekerasan. Padahal agama kami (Islam) mengajak pada kebaikan dan saling hormat-menghormati,” kata Dede, yang menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD Jateng ini.

Pada bulan Ramadan ini, ia menilai sebagai momentum yang tepat untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati sesama umat seagama mau pun antar agama, serta semangat gotong royong untuk menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing. Bagaimana pun, katanya, pemerintah membutuhkan situasi yang kondusif untuk pembangunan.

Dede meminta masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap tindakan terorisme mau pun radikalisme yang sampai saat ini masih banyak terjadi di Indonesia. Terus bentengi keluarga, saudara, teman, dan lingkungan sekitar dari bahaya paham terorisme dan radikalisme. Di sisi lain, pemuka agama juga diminta bisa menjadi contoh dan menyebarkan nilai-nilai ajaran agama yang rahmatan lil alamin. 

Dalam pembagian takjil dan jadwal imsakiyah puasa, dilakukan Dede bersama puluhan kader PDIP Kota Semarang. Kader PDIP Kota Semarang, Noing Ngadiono mengatakan,  jumlah takjil yang dibagikan ada 500 paket.

Sesuai recana, kegiatan serupa akan dilaksanakan empat kali dalam bulan puasa. Namun titik pembagiannya berbeda-beda. “Kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama mencegah radikalisme melalui bagi-bagi takjil. Karena PDIP merupakan bagian dari masyarakat,” kata Noing.


(Hanung Soekendro/CN40/SM Network)