• KANAL BERITA

Ngabuburead, Menunggu Beduk Sembari Baca Buku Gratis

Foto: Pegiat komunitas Pustaka Jalanan, Kanal, dan Omah Aksi menggelar lapak baca gratis “Ngabuburead” di Alun-alun Kudus, Jumat (18/5) sore. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
Foto: Pegiat komunitas Pustaka Jalanan, Kanal, dan Omah Aksi menggelar lapak baca gratis “Ngabuburead” di Alun-alun Kudus, Jumat (18/5) sore. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com – Komunitas pecinta buku di Kudus memiliki cara unik untuk ngabuburit. Mereka menunggu beduk maghrib dengan menggelar lapak baca gratis. Mereka menamainya “Ngabuburead”, ngabuburit dengan membaca (read) buku.

Koordinator Pustaka Jalanan Abdul Ghofur menuturkan, kegiatan lapak baca gratis biasanya digelar rutin di arena car free day (CFD) di Alun-alun Kudus. Memasuki Ramadan, komunitasnya ingin berbagai “takjil” berbuka. Bukan berupa makanan atau minuman, melainkan bacaan buku-buku bergizi.

“Untuk Ramadan tahun ini kami berkolaborasi dengan Komunitas Kanal dan Omah Aksi. Selama Ramadan kami buka lapak baca gratis setiap Jumat sore mulai jam 15.30 hingga 19.00 malam,” katanya, Jumat (18/5).

Pustaka Jalanan merupakan komunitas pecinta buku yang berasal dari beragam latar belakang. Anak-anak muda komunitas Pusjal mengumpulkan buku-buku pribadi maupun donasi dari pengunjung.

“Tak hanya baca di sini, pengunjung Pusjal juga kami persilakan meminjam buku untuk dibawa pulang,” kata Ghofur.

Urusan peminjaman buku ini kerap menuai persoalan. Beberapa judul buku yang dipinjam hingga kini belum dipulangkan kembali.

“Kami tak ambil pusing soal buku yang tidak kembali. Selama itu untuk dibaca, kami niati untuk ibadah,” katanya.

Berbeda dengan Pusjal, Koordinator Kanal Ali Mas’ut menuturkan, komunitasnya belum mengizinkan pengunjung meminjam buku untuk dibawa pulang.

“Boleh dibaca di lokasi saja, tidak untuk dibawa pulang ke rumah,” katanya.

Kanal merupakan komunitas pecinta buku yang digerakkan oleh mahasiswa IAIN Kudus. Ali yang masih duduk di bangku semester II IAIN Kudus menuturkan, kegiatan lapak buku komunitasnya menjadi bagian dari pengembangan keilmuan Islam di kampusnya.

“Sebagai mahasiswa kami memiliki misi pengabidan masyarakat. Melalui Kanal kami melakukan pengabdian masyarakat dengan cara membumikan buku di Kudus,” katanya. 


(Saiful Annas/CN42/SM Network)