• KANAL BERITA

Balapan Onthel, Benar-benar Menghibur

Foto: Pecinta sepeda tua bersiap balapan di halaman perkantoran Pemkab Tegal dalam kegiatan bersama Kosti dan ISSI, baru-baru ini.  (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)
Foto: Pecinta sepeda tua bersiap balapan di halaman perkantoran Pemkab Tegal dalam kegiatan bersama Kosti dan ISSI, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/M Firdaus Ghozali)

SLAWI, suaramerdeka.com - Balap sepeda merupakan perlombaan umum. Masyarakat sudah biasa melihat mereka beradu kecepatan. Tapi apa jadinya jika jenis sepeda yang digunakan oleh para pembalap tersebut sepeda onthel atau sepeda tua. Perlombaan yang tidak biasa ini menjadi daya tarik dan benar-benar menghibur. Baru-baru ini, Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) bekerja sama dengan Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) menggelar kegiatan bersama dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-417 Kabupaten Tegal.

Salah satu kegiatan tersebut yaitu balapan sepeda tua atau onthel yang diikuti ratusan peserta dari 23 komunitas sepeda tua di Kabupaten Tegal. Juri lomba balap sepeda tua tersebut yakni dari kalangan pengurus ISSI.

Ketua Panitia, Uwais Qoroni, menjelaskan, kegiatan balapan sepeda onthel merupakan kegiatan unik yang baru pertama kali digelar dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Tegal. Setiap tahun, biasanya Kosti hanya menggelar sepeda santai dengan mengelilingi rute tertentu.

Bakal Dirutinkan

‘’Karena merupakan kegiatan yang unik, balap sepeda tua atau sepeda onthel rencananya akan dirutinkan setiap tahun. Kegiatan tersebut bisa menarik wisatawan dari berbagai daerah,’’ terang Uwais, kemarin.

Menurut dia, balap sepeda tua akan menjadi kegiatan rutin peringatan Hari Jadi. Ke depan, balapan tersebut juga akan melibatkan peserta dan penonton dari masyarakat yang lebih luas.

‘’Sebab, pada dasarnya momentum Hari Jadi Kabupaten Tegal adalah milik masyarakat luas, bukan hanya kegiatan pemerintah daerah saja,’’ kata dia.

Adapun, balapan sepeda tua digelar dengan rute di jalan kompleks perkantoran Pemkab Tegal. Balapan ditempuh dengan tiga kali putaran. Satu putaran berjarak sekitar 800 meter.

‘’Untuk lomba perdana, kriteria lomba hanya dibagi kelompok usia, yakni usia di bawah dan di atas 40 tahun. Pada lomba berikutnya nanti, kompetisi tersebut akan lebih diprofesionalkan dengan kelas-kelas tertentu tergantung jenis sepeda tua yang digunakan,’’ terang dia.

Para pemenang lomba mendapatkan uang pembinaan, trofi, medali dan piagam. Selain balap sepeda tua, juga digelar balap sepeda sport dan sepeda santai. Kegiatan tersebut diikuti sekitar seribu pesepeda dari berbagai kecamatan.

Penjabat Sementara Bupati Tegal, Sinoeng N Rachmadi dan Sekda Widodo Joko Mulyono yang mengikuti kegiatan tersebut, juga mengampanyekan gerakan masyarakat sehat (Germas) dan dukungan terhadap penanggulangan terorisme.


(M Firdaus Ghozali/CN42/SM Network)