• KANAL BERITA

RSUD dr Soedirman Terapkan Strategi di Era JKN

Foto: Direktur Utama RSUD Kota Bogor dokter Hj Dewi Basmala MARS menjadi pembicara dalam In House Training  Efektivitas Pengelolaan PPK-BLUD Dalam Era JKN di RSUD dr Soedirman Kebumen. ( suaramerdeka.com/Supriyanto)
Foto: Direktur Utama RSUD Kota Bogor dokter Hj Dewi Basmala MARS menjadi pembicara dalam In House Training Efektivitas Pengelolaan PPK-BLUD Dalam Era JKN di RSUD dr Soedirman Kebumen. ( suaramerdeka.com/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Rumah sakit harus memiliki strategi tersendiri dalam pengelolaan biaya untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit utamanya di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  Pengelolaan keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) harus diubah dari gaya kepemerintahan menjadi gaya kewirausahaan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RSUD Kota Bogor dokter Hj Dewi Basmala MARS saat menjadi pembicara dalam In House Training Efektivitas Pengelolaan PPK-BLUD Dalam Era JKN di RSUD dr Soedirman Kebumen, baru-baru ini. Pembicara lain hadir Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto Yunita Dyah  Suminar SKM MSc MSi.

Acara yang dipandu oleh Kabag Tata Usaha Rikamto SKep Ners MM diikuti oleh seluruh stakeholder RSUD dr Soedirman termasuk jajaran Pejabat di jajaran Pemkab Kebumen.

Dokter Dewi Basmala memaparkan bagaimana strategi RSUD Kota Bogor dalam mengelola biaya untuk meningkatkan mutu pelayanan di era JKN. Disebutkan bahwa RSUD Bogor merupakan BLUD Penuh tipe kelas B non pendidikan. Rumah sakit ini memiliki 845 karyawan, 39 di antaranya PNS. Jumlah dokter spesialis dan sub spesiali 71 dokter dan dokter umum 24 dokter. Memiliki 312 tempat tidur dengan jumlah poliklinik 32 ruang. Adapun jumlah kunjungan rawat jalan 800-1.000/hari. Presentase pasien BPJS mencapai 92,85 %.

Sebelum menerapkan strategi di era JKN,  imbuh dokter Dewi Basmala menerangkan bahwa tahun 2015 RSUD Kota Bogor sampai defisit operasional Rp 4,85 miliar dengan subsidi pemerintah Rp 28,2 miliar. Namun setelah menerapkan strategi yang tepat, terjadi peningkatan dalam aspek pelayan medis dan aspek keuangan. Rasio keuangan antara pendapatan dengan biaya cukup sehat.

"Ada enam hal yang penting yakni komitmen seluruh jajaran, analisis struktur biaya, clinical pathway, cost containtment, unit cost dan instalasi JKN," ujarnya. 

Pelayanan Bermutu

Dalam kesempatan itu, dokter Dewi Basmala menyampaikan pengelolaan keuangan BLUD harus fleksibel dalam pengelolaan keuangan, berdasarkan prinsip ekonomi dan produktifitas, penerapan praktikn bisnis yang sehat, sistem menejemen yang baik, transparan, akuntabel dan mampu menghasilkan pelayanan yang bermutu.

"Persepsi yang hendak diubah adalah tidak produktif, tidak efisien, selalu rugi, rendah kualitas dan miskin inovasi dan kreatifitas," ujar dokter yang menyandang penghargaan Hospital Award kategori Excellence in Patient Care.

Kabag Tata Usaha RSUD dr Soedirman Kebumen Rikamto SKep Ners MM menjelaska BLUD saat diterapkan di era JKN memunculkan persoalan karena pengelolaannya berbeda dengan era sebelumnya. Padahal pegawai rumah sakit belum seluruhnya memahami tentang bagaimana pengelolaan BLUD di era JKN.  Melalui pelatihan itu diharapkan pengelola pasien bisa dilakukan secara berkualitas dengan biaya yang terkendali.

"Intinya bagaimana  mewujudkan mutu yang berkualitas, dengan biaya yang terkendali juga," ujarnya menyebutkan pelatihan  itu merupakan tukar pengalaman pengelolaan BLUD di era JKN.


(Supriyanto/CN42/SM Network)