• KANAL BERITA

Kisruh Pengisian Perdes Masuk Ombudsman

Foto:  Tri Arsanto, peserta seleksi perangkat Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk menunjukkan berkas untuk laporan. ( suaramerdeka.com/Hussein Jatikusumo)
Foto: Tri Arsanto, peserta seleksi perangkat Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk menunjukkan berkas untuk laporan. ( suaramerdeka.com/Hussein Jatikusumo)

KLATEN,Suaramerdeka.com - Kisruh pengisian perangkat desa di Desa Wanglu, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten berlabuh di Ombudsman Jawa Tengah. Tri Arsanto, salah seorang peserta melaporkan resmi kasus itu.

'' Sudah kami laporkan resmi dan sudah diklarifikasi,'' ungkap kakak Tri,  Dwi Prasetyanto, Jumat (18/5).

Dijelaskannya, setelah dilaporkan ke Kantor Ombudsman Jawa Tengah pekan lalu, tim sudah turun meminta klarifikasi. Klarifikasi dilakukan melalui surat elektronik dan telepon untuk mengecek dokumen yang sudah dikirimkan sebagai alat bukti. Setelah ada klarifikasi, tim selanjutnya menggelar diskusi internal dan esimpulannya kasus di Desa Wanglu yang dialami adiknya menjadi kasus yang layak itindaklanjuti. Selain ke Ombudsman, keluarganya mengadukan masalah pengisian perangkat desa itu ke Mapolres Klaten.

Di Polres, aduannya masih dalam penyelidikan dan belum ada temuan unsur pidananya. Keluarganya meyakini kasus itu masuk ranah pidana sebab pejabat yang berwenang melanggar aturan atau tidak taat hukum. Tidak hanya ke Ombudsman dan Polres, kasus itu akan diajukan gugatan resmi ke PTUN Jawa Tengah.

Namun langkah ke PTUN itu baru akan dilakukan setelah hasil tindaklanjut dari Ombudsman turun. Hal itu mengingat, sebuah kasus yang sudah ditangani di Ombudsman tidak bisa bersamaan diajukan gugatan ke perkara tata usaha negara (TUN). Masih ada waktu 90 hari untuk mengajukan gugatan ke PTUN. Alat bukti sudah dikumpulkan, termasuk dokumen, SK perangkat desa dan rekaman.

Sudah Ditanggapi

Selain itu, lanjut Dwi, laporan ke pos pengaduan Gubernur Jateng pun ditanggapi. Tim sudah meminta semua alat bukti dan catatan kronologis kejadian yang sebenarnya.  Camat Trucuk, Bambang Harjoko mengatakan pengisian perangkat desa di Desa Desa Wanglu sudah tidak ada masalah.

Semua persoalan sudah dijelaskan, diklarifikasi dan mediasi yang melibatkan semua unsur.

'' Terjadi salah input data sebab nilai ujian komputer yang maksimal 15 tertulis 18,'' katanya.

Akibatnya ada revisi oleh pelaksana ujian sehingga hasil berubah. Bagi warga yang tidak puas dengan pegisian bisa menempuh jalur lain seperti jalur hukum.

 


(Hussein Jatikusumo/CN42/SM Network)