• KANAL BERITA

Terlarang, Lahan Parkir untuk Bazar

foto: istimewa
foto: istimewa

SOLO, suaramerdeka.com – Selama Ramadan biasanya ramai event bazar baik sadang mau pun makanan yang digelar di lokasi terbuka. Namun, Dinas Perhubungan Kota Surakarta melarang kegiatan bazar yang menggunakan lahan parkir.

Kepala Seksi Parkir Umum dan Khusus, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta, Henry Satya menegaskan, bakal memberi sanksi bagi pengusaha dan pengelola parkir yang nekat membangun bazar di kawasan lahan parkir di Kota Solo.

Henry memahami banyak pengusaha atau pengelola kawasan pertokoan mengadakan berbagai kegiatan dalam menyemarakkan bulan Ramadan, namun kegiatan tersebut hendaknya sesuai aturan. Walau kegiatan bersifat positif, namun penggunaan fasilitas yang tidak sesuai menjadi sebuah pelanggaran yang harus ditertibkan.

"Kami mengimbau untuk mengantisipasi hal tersebut. Sebab, lahan parkir yang dipakai untuk kegiatan lain berpotensi menimbulkan kemacetan dan lain sebagainya, sehingga kendaraan yang ingin parkir akan seenaknya sendiri memarkirkan kendaraannya,’’ jelas Henry, Kamis (17/5).

Menurutnya, Dishub akan bertindak tegas dalam penindakannya. Masyarakat atau pengusaha yang melanggar, bakal diberi peringatan lisan dan tertulis terlebih dahulu. Tanpa menunggu peringatan sebanyak tiga kali tindakan tegas bakal dilakukan sebagai efek jera bagi pelaku.

"Jika kami ingatkan masih nekat akan kami tejunkan petugas. Pengelola tempat usaha akan kami beri catatan dan khusus pengelola parkirnya bakal diberi sanksi sesuai ukuran pelanggaran di ranah pengelolaan parkir," katanya.

Tiga Wilayah

Untuk memaksimalkan antisipasi tersebut, pihaknya menggelar sosialisasi pada sejumlah pengusaha dan pengelola parkir setempat.  "Ada tiga wilayah yang menjadi kawasan Centra Business District (CBD). Banyaknya lokasi usaha berpotensi menambah kepadatan jalan. Oleh sebab itu kami antisipasi dari pengelolaan parkirnya," ungkap Henry.

Menurutnya tiga wilayah tersebut adalah, Kecamatan Pasar Kliwon, Serengan, dan Laweyan. Dengan demikian sosialisasi bakal digalakkan selama bulan puasa sehinggga menciptakan kondusivitas kota selama bulan puasa.

Sementara itu, Ketua Asparta Solo, Ngadiyo mengatakan, juru parkir (jukir) harus tegas dan cermat membantu masyarakat mencari lokasi parkir. "Kami mengingatkan pengelola parkir di lapangan tidak mengalihfungsikan lahan atau lokasi parkir untuk kegiatan lain. Khususnya menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Fitri mendatang," kata Ngadiyo.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)