• KANAL BERITA

Masjid Istiqlal Resmi Jadi UPZ

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo (tengah) menyerahkan simbol SK untuk Masjid Istiqlal sebagai UPZ, kepada Surat Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Dr Bahrul Hayat. (suaramerdeka.com/Hartono Harimurti)
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo (tengah) menyerahkan simbol SK untuk Masjid Istiqlal sebagai UPZ, kepada Surat Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Dr Bahrul Hayat. (suaramerdeka.com/Hartono Harimurti)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Hari pertama Ramadan 2018 menjadi sejarah baru bagi Masjid Istiqlal. Masjid bersejarah dan terbesar di Indonesia tersebut resmi menjadi Unit Pengelola Zakat (UPZ)

Peresmian menjadi UPZ tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Ketua Baznas, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA yang diserahkan langsung kepada Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), Dr Bahrul Hayat, di masjid tersebut, Kamis siang.

Dalam sambutannya Bahrul Hayat mengapresiasi Baznas yang telah meresmikan UPZ Masjid Istiqlal. Dan mengimmbau kepada masyarakat untuk membayar zakat, infak, dan shodaqoh melalui UPZ Masjid Istiqlal. Bahrul menaargetkan dalam sebulan dari UPZ Zakat dapat mengumpulkan dana Rp 700 juta dari muzakki.

“Saya ingin menyampaikan imbauan untuk bayarkan zakat melalui UPZ Masjid Istiqlal. Untuk bayar zakat, infak dan shodaqoh. Kami undang sebanyak-banyaknya muzakki,” kata dia.

Dalam sambutannya, Bambang Sudibyo mengatakan, salah satu tujuan pembentukan UPZ untuk mempermudah masyarakat menunaikan zakat, infak dan sedekah. Masyarakat dapat memilih kanal pembayaran paling mudah dijangkau dalam aktivitasnya sehari-hari.

Bambang berharap, UPZ di Masjid Istiqlal menjadi contoh pengelolaan zakat di masjid-masjid seluruh Indonesia.

"Ke depan, masjid-masjid dapat resmi menerima zakat dengan menjadi UPZ di wilayah Baznas masing-masing. Dengan menjadi UPZ, maka masjid-masjid tersebut memiliki kewenangan untuk mengeluarkan bukti setor zakat yang dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak. Saat ini Baznas telah membentuk 104 UPZ di tingkat pusat, mulai dari Masjid, kementerian dan perusahaan swasta," jelas Bambang, yang mantan Menkeu tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Bahrul Hayat juga menyerahkan dana bantuan untuk krisis kemanusiaan Rohingya yang dikumpulkan dari para jamaah Masjid Istiqlal melalui Baznas sebesar Rp 216 juta. 

Hal ini berkaitan dengan Baznas memiliki berbagai program untuk membantu muslim Rohingya yang tersebar di beberapa negara. Sebelumnya Baznas telah menyalurkan bantuan makanan dan mobil kesehatan untuk pengungsi Rohingya.


(Hartono Harimurti/CN40/SM Network)