• KANAL BERITA

Kemenag Sleman Gulirkan Program Santri Mandiri

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman telah resmi meluncurkan program santri mandiri. Di dalam program ini, para santri diberi pelatihan ketrampilan sebagai bekal wirausaha.

Kepala Kemenag Sleman, Sa'ban Nuroni mengatakan, program ini dibuat berdasarkan hasil monitoring di 33 pondok pesantren yang menyatakan mereka sebenarnya memiliki potensi bidang ekonomi kreatif. Namun selama ini, potensi itu belum dikelola dengan baik. "Karena itu, kami meluncurkan program ini supaya dengan keterlibatan pemerintah, potensi pesantren bisa bisa meningkat. Sehingga, para santri memiliki bekal yang cukup setelah selesai menempuh pendidikan," katanya, kemarin.

Pihaknya berharap, OPD yang memiliki program pemberdayaan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ditegaskan, program santri mandiri tidak akan mengganggu aktivitas rutin mereka. Karena pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan jadwal pesantren.

Ke depan, dia berharap program ini dapat dikembangkan dengan membangun ruang pameran khusus untuk memajang produk hasil karya para santri. Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Sleman, Nurhuda menambahkan, kegiatan ini sudah berjalan sejak awal tahun 2018.

Produk hasil kreasi santri dipamerkan di Sindu Kusuma Edupark pada 9 Mei lalu, bahkan sebagian sudah ada yang dipasarkan ke luar daerah. Contohnya blangkon kreasi dari Ponpes Beji, Sidoarum, Godean, dan puzzle dari Kuno, Nogotirto, Gamping.

"Capaian yang kami harapkan adalah santri memiliki kehidupan yang lebih baik dengan bekal ketrampilan. Banyak dari mereka yang berasal dari latar belakang anak jalanan tanpa memperoleh pendidikan formal," ujarnya.

Bupati Sri Purnomo mengapresiasi program ini. Menurut dia, idealnya pondok pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan agama tapi juga ilmu yang bersifat duniawi. "Orang hidup butuh bekal ilmu untuk dunia maupun akhirat,” kata Sri Purnomo. 

Dengan ilmu keterampilan, dan wirausaha diharapkan nantinya setelah lulus mereka mempunyai bekal untuk menafkahi hidupnya selain sebagai seorang dai.


(Amelia Hapsari/CN40/SM Network)