• KANAL BERITA

MTF Targetkan SPK Senilai Rp 8,2 miliar dari Semarang Autoshow 2018

foto: suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur
foto: suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur

SEMARANG, suaramerdeka.com -  Perusahaan pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) konsisten menyalurkan pembiayaan di berbagai wilayah di Indonesia. Termasuk di wilayah Semarang dan sekitarnya. Salah satu upaya penyaluran pembiayaan tersebut adalah dengan berpartisipasi dalam pameran otomotif di Kota Semarang yaitu Semarang Autoshow (Sauto). 

Direktur MTF, Harjanto Tjitohardjojo, di sela acara menyatakan, sudah untuk keempat kalinya berpartisipasi dalam ajang pameran Sauto. Melihat antusiasme dan tingginya kebutuhan pembiayaan kendaraan bermotor di Semarang dan sekitarnya, ia berharap dapat meraih 50 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) atau senilai sekitar Rp 8,2 miliar.

“Kami menawarkan paket bunga 0 persen dan tenor hingga tujuh tahun bagi semua customer yang akan mengambil pembiayaan mobil baru di Mandiri Tunas Finance, serta produk multiguna," kata Harjanto, di penyelenggaraan Sauto di Atrium Ciputra Mall Semarang, Kamis (17/5).

Penyelenggaraaan Sauto digelar di Ciputra Mall Semarang, 10-21 Mei 2010.

MTF juga menyediakan pilihan kendaraan baik kendaraan passenger mau pun kendaraan komersial dengan bekerja sama dengan beberapa dealer untuk berpartisipasi antara lain Toyota, Suzuki, Mitsubishi, Honda, Daihatsu, Nissan, Mazda, Renault dan Wuling. 

Wilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), MTF melayani nasabah melalui beberapa cabang antara lain Semarang, terdapat beberapa cabang di MTF regional Jawa Tengah yaitu Semarang, Kudus, Magelang, Pekalongan, Purwokerto, Solo, Tegal dan Yogyakarta. Selama triwulan I-2018, MTF di wilayah Regional Jawa Tengah dan DIY telah mencatatkan mberikan kontribusi bagi pembiayaan baru kredit di wilayah Jawa Tengah sebesar Rp 145,951 miliar atau tumbuh 40,929,6 persen dibandingkan pencapaian di periode yang sama pada 2017. 

Pesatnya pertumbuhan lending MTF di wilayah Jawa Tengah dan DIY mengalami pertumbuhan sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1-2018. 

BPS mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,41 persen (yoy) lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 lalu sebesar 5,32 persen. 

Sedangkan perekonomian DIY pada periode triwulan I-2017 tumbuh 5,36 persen (yoy) lebih tinggi dibanding pertumbuhan periode yang sama 2017 sebesar 5,16 persen.


(Puthut Ami Luhur/CN40/SM Network)