• KANAL BERITA

Masyarakat Diminta Awasi Pemotongan Ternak

Juru Sembelih Dibekali Pelatihan Halal

PRAKTIK SEMBELIH : Sejumlah juru sembelih melakukan praktik penyembelihan hewan saat bimbingan teknis di halaman KUA Kecamatan Selomerto, Wonosobo, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
PRAKTIK SEMBELIH : Sejumlah juru sembelih melakukan praktik penyembelihan hewan saat bimbingan teknis di halaman KUA Kecamatan Selomerto, Wonosobo, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

WONOSOBO, suaramerdeka.com - Masyarakat diminta ikut mengawasi dan melaporkan jika ditemukan produk hasil pemotongan hewan ternak non halal kepada Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo. Dinas tersebut terus berupaya melakukan pemantauan, pengawasan dan pembekalan kepada para instruktur dan juru sembelih di tempat usaha pemotongan hewan.

Hal itu disampaikan Kepala Dispaperkan Wonosobo Abdul Munir di sela melakukan bimbingan teknis penyembelihan halal hewan ternak kepada sejumlah perwakilan instruktur dan juru sembelih halal se Kecamatan Selomerto di halaman Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selomerto, baru-baru ini. Bimbingan dilakukan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Wonosobo.

Menurut dia, program bimbingan teknis kepada juru sembelih halal sudah dilakukan kepada mereka sejak 2016 lalu. Bimbingan diberikan sebagai langkah untuk menjamin kehalalan dan baiknya (thoyyib) bahan pangan untuk dikonsumsi masyarakat. "Kami terus berupaya melakukan bimbingan untuk pengenalan dan praktik cara praktis menyembelih tanpa menganiaya hewan sembelihan tersebut," ujar dia di sela bimbingan.

Lebih lanjut dikatakan, pihaknya pernah menemukan kasus berkaitan dengan kekurang halalan daging sembelihan. Karena, cara penyembelihan terhadap hewan ternak dilakukan kurang manusiawi. "Saat kami tanyakan kepada juru sembelihnya, alasannya karena kebutuhan pasar lebih banyak, sehingga proses penyembelihan hewan ternak kurang terjaga dan terjamin kehalalannya," beber dia.

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kekurang halalan proses penyembelihan hewan ternak, pihaknya terus mengantisipasi dengan pemantauan dan pengawasan intensif di lapangan, serta memberikan pelatihan kepada para juru sembelih. "Kami mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi dan melaporkan terhadap temuan produk non halal di lapangan kepada kami," terangnya.

Sementara itu, Ketua MUI Wonosobo, Muchotob Hamzah mengungkapkan, kegiatan bimbingan teknis tersebut memang menjadi program bersama untuk meningkatkan kesadaran bersama, baik masyarakat maupun pemerintah mengenai produk halal. "Semoga para juru sembelih bisa menerapkan hasil bimbingan ini, sehingga konsumen bisa lebih tenang dalam mengonsumsi hasil produk pemotongan hewan tersebut," harap dia. 


(M Abdul Rohman/CN19/SM Network)