• KANAL BERITA

Penuhi Syarat Tempat, Pengajuan Importir Baru Bisa Disetujui

Terkait Keluhan Kelompok Tani di Sembalun

Foto: istimewa
Foto: istimewa

MATARAM, suaramerdeka.com - Menanggapi keluhan sejumlah kelompok tani di Sembalun, Dirjen Hortikultura Kementan, Suwandi mengatakan, pengajuan dari importir baru bisa disetujui jika memenuhi syarat tempat hingga terpampang jelas nama kelompok tani jika ada kerja sama.

Yang tidak kalah penting menurut Suwandi, lahan yang diajukan untuk tanam bawang haruslah merupakan ekstensifikasi karena pada akhirnya, kebijakan ini bertujuan untuk menambah produksi hingga bisa menyukseskan swasembada bawang putih 2020. "Kalau importir wajib tanam lima persen, memang tujuannya untuk menambah luas tanam. Untuk menuju swasembada, memang dibutuhkan wajib tanam yang banyak," ucapnya.

Mengenai lahan bawang putih di Sembalun, Suwandi mengakui, memang ada beberapa importir yang mengajukan wajib tanam di NTB, di Lombok Timur. Daftar nama perusahaan maupun mitra kelompok taninya pun terdata di Kementan.

Berdasarkan data Kementerian, terdapat 12 importir dari 61 importir yang terkena wajib tanam melakukan kewajibannya itu Sembalun, Lombok Timur. Luas lahan wajib tanam para importir ini secara total bahkan mencapai 1,36 ribu hektare. Angka tersebut setara dengan 28,63% dari total wajib tanam dari RIPH 2017—Maret 2018 sebanyak 4,75 ribu hektare.

Dari kewajiban tanam yang sedemikian besar, realisasi tanam di Sembalun, Lombok Timur, barulah mencapai 189,2 hektare alias hanya 13,91 oerseb dari wajib tanam. Delapan dari 12 importir tersebut pun diketahui merealisasikan tanam menggunakan benih lokal. "Nah, kalau di situ ada masalah, kita monitor terus. Rutin. Bahkan dari dinas berwajib mengontrol semua,"tandas Suwandi.


(Satrio Wicaksono/CN26/SM Network)