• KANAL BERITA

Presiden Didesak Segera Keluarkan Perppu Anti Terorisme

Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Lembaga Tekad Indonesia (Komite Kerja Advokat Indonesia) mengutuk keras tindakan teror yang terjadi di kompleks tahanan Markas Komando Brimob Polri Depok dan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya. Tindakan tersebut merupakan tindakan biadab yang selalu dibungkus dengan jubah agama. Padahal agama manapun, menentang segala bentuk kekerasan hingga menghilangkan nyawa.

 

Sekjend Tekad Indonesia, Harry Ponto menyayangkan aksi teror yang terus berulang. Ia meminta kepada Presiden untuk memastikan tindakan semacam ini tidak berulang di masa depan. Karena itu, ia mendesak Presiden untuk segera mengeluarkan Perppu Anti Terorisme sebagai terobosan hukum atas RUU Anti terorisme yang saat ini mengendap di DPR.

"Kondisi saat ini telah cukup memenuhi syarat kegentingan yang memaksa bagi Presiden untuk menggunakan kewenangan konstitusionalnya mengeluarkan Perppu Anti Terorisme," kata dia.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Perppu Anti Terorisme akan menjadi payung hukum yang kuat bagi POLRI untuk bertindak maksimal menanggulangi terorisme, terutama soal pencegahan, penangkapan, penindakan, penahanan, serta pelibatan TNI yang terbatas. Jika hanya mengacu kepada UU Tindak Pidana Terorisme No 15 tahun 2003, secara substansial sudah tidak compatible untuk menjawab berbagai tantangan aksi terorisme yang berkembang saat ini.  

Direktur Pelaksana Tekad Indonesia, Fauzi, juga meminta seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendukung pemerintah, aparat penegak hukum, TNI, POLRI dan BIN dan institusi terkait lainnya untuk memberantas terorisme, karena terorisme adalah musuh bersama, dan terorisme adalah kejahatan kemanusiaan yang luar biasa (extra ordinary crime) yang harus segera dihentikan.

 

 


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)