• KANAL BERITA

Ganjar Berharap Kebesaran Ponpes Sukawarah Roudlotus Sholikhin Dirasa Masyarakat

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Calon Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo kembali mengungkapkan kekaguman pada KH Hisyam A Karim. Menurut cerita yang dia dengar dari istrinya, bahkan KH Hisyam menunaikan ibadah haji sampai tujuh kali. "Itu zaman dulu. Dengan kondisi pondok pesantren yang sederhana sekali, tapi kekuatan dari masyarakat dan santri dan siapapun yang menghormati, sampai-sampai bisa berhaji tujuh kali," tandasnya.

KH Hisyam Abdul Karim merupakan seorang ulama yang terpandang di Purbalingga. Disamping ia adalah tokoh ulama yang ikut berjuang melawan penjajah, yang lahir pada 8 Agustus 1909 dengan nama kecil Qosim. Ayah beliau bernama 'Abdul Kariem dari Bau Desa Kalijaran dan Guru Rodad.

Semasa hidupnya, beliau berguru kepada Kiai Dahlan di desa Kali wangi. Kemudian di Pondok Leler Banyumas, beliau berguru kepada Kiai Zuhdi, dan di Pondok Jampes Kediri berguru kepada Kyai Dahlan. Secara khusus, dalam bidang qiroatul Qur'an, beliau berguru kepada Kyai Yusuf Buntet Cirebon, dan Kyai Nuh Pager Aji Cilongok. Dalam bidang Thoriqoh, beliau berguru kepada Kyai Rifa'i Sokaraja. Beliau menikah pada tahun 1927 dengan seorang gadis bernama Rumiyah putri Carik desa Kalijaran.

Dengan restu sang guru, Syekh Dahlan Ihsan, KH Hisyam kemudian mendirikan Pondok Pesantren Sukawarah di Pedukuhan Sokawera, Desa Kalijaran, Karanganyar, Purbalingga. Pesantren Sukawarah Kalijaran yang diasuh Kiai Hisyam, ketika itu (pada masa perang kemerdekaan) menjadi semacam tempat pengkaderan para pejuang. Selain mengaji sebagian dari santri juga dibekali ilmu-ilmu lain seperti baris-berbaris, belajar huruf morse, dan juga belajar pertolongan pertama dalam kecelakaan. Mereka dilatih oleh kader pemuda Ansor setempat.

Melihat catatan sejarah panjang KH Hisyam dan pondok pesantren tersebut, Ganjar berharap kebesaran Ponpes Sukawarah Roudlotus Sholikhin tersebut semakin dirasa manfaatnya oleh masyarakat, khususnya yang berada di daerah Banyumasan dan sekitranya.

"Pondok pesantren ini bisa kembali mengulang kejayaan Mbah Hisyam saat mengasuh. Banyak santri, banyak yang ngaji di sini. Dan tentu karena saya bagian dari keluarga sini, kita bantu mendorong kita ajak untuk berhubungan dengan siapapun agar bisa inline seperti dalam program deradikalisasi dan pembangunan karakter. Nah sekarang keluarga dan masyarakat bertemu dan berkumpul, alhamdulillah itu bangunan sedang proses," tandasnya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)