• KANAL BERITA

Puluhan Mahasiswa Kulonprogo Gelar Aksi Lawan Teroris

AKSI DAMAI: Mahasiswa IKIP PGRI Wates, Kulonprogo, menggelar aksi damai melawan terorisme di halaman kampus setempat, Selasa (15/5) malam. (suaramerdeka.com/Dok
AKSI DAMAI: Mahasiswa IKIP PGRI Wates, Kulonprogo, menggelar aksi damai melawan terorisme di halaman kampus setempat, Selasa (15/5) malam. (suaramerdeka.com/Dok

KULONPROGO, suaramerdeka.com – Puluhan mahasiswa IKIP PGRI Wates, Kulonprogo menggelar aksi damai melawan terorisme dengan tema Aksi Peduli Satu Melawan Terorisme di halaman kampus setempat, Selasa (15/5) malam.

Mahasiswa berjumlah sekitar 60 orang tersebut berasal dari program studi (prodi) PGSD, Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Sejarah. Semua memakai pakaian hitam dan berpita merah putih di lengan kiri sebagai aksi peduli.

Kegiatan diawali dengan membacakan berita tragedi aksi terorisme yang terjadi selama sepekan ini. Mulai dari kerusuhan di sel teroris di Rutan Mako Brimob, aksi teror di Surabaya di tiga lokasi gereja, dan penggerebekan teroris di rumah susun di Wonocolo Sidoarjo.

Aksi dilanjutkan dengan menyayikan lagu nasional diiringi menyalakan lilin sebagai simbol cahaya di tengah kegelapan untuk melawan teroris.

“Kita berani anti teroris, kita satu untuk NKRI, NKRI harga mati,” kata salah satu mahasiswa, Fajar Prasetio, dalam orasinya yang ditirukan seluruh peserta aksi dengan mengepalkan tangan kanan dan tangan kiri memegang lilin.

Nuasnya keprihatinan dan kepedulian terasa kental. Mereka kemudian menundukan kepala berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing selama 5 menit dan mematikan lilin bersama-sama sebagai akhir dari aksi.

Dosen IKIP PGRI Wates yang mendampingi aksi, Wahyu Purwadi menyampaikan agar selalu peduli terhadap negari ini, bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, solidaritas dan kebersamaan.

“Jangan sampai kita terpecah karena adanya aksi teror, mari kita jaga bersama-sama keutuhan bangsa ini dengan mengedepankan rasa solidaritas, toleransi, dan selalu menjunjung tinggi adat ketimuran yang santun,” katanya.

Salah satu mahasiswi peserta aksi dari prodi PGSD, Tika Dewi mengungkapkan, sebagai mahasiswa turut berduka dan menentang aksi teroris. “Karena kami menganggap bahwa tindakan tersebut tidak berperikemanusiaan yang mengakibatkan korban tidak bersalah,” katanya.

Rizki Julianti dari Prodi Bimbibingan dan Konseling, mengaku sangat prihatin karena banyak yang menjadi korban, termasuk anak-anak kecil yang belum tahu menahu diajak serta dalam aksi terorisme tersebut.

“Harapanya dengan adanya aksi (anti teroris) ini semoga masyarakat bisa menjadi tahu dan waspada, serta saya mendukung TNI dan Polri dalam upaya pencegahan aksi teroris ini,” tuturnya.

Sementara itu, Renti dari prodi Pendidikan Sejarah mengatakan, aksi malam ini merupakan salah satu bentuk simpati terhadap para korban terorisme.

“Ke depan semoga kita tetap bersatu dan merasa perbedaan itu tidak ada, jadi kita tetap mengembangkan rasa solidaritas antar sesama,” katanya.


(Panuju Triangga/CN39/SM Network)