• KANAL BERITA

Aturan Perda Larang Warga Bakar Sampah

Terapkan Pengelolaan Sampah Terpadu

KERJA SAMA: Pimpinan perusahaan dan warga kerja sama pengelolaan sampah terpadu disaksikan Kadinas Lingkungan Hidup Prasetiyo Ichtiarto di TPS 3R Pulutan. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)
KERJA SAMA: Pimpinan perusahaan dan warga kerja sama pengelolaan sampah terpadu disaksikan Kadinas Lingkungan Hidup Prasetiyo Ichtiarto di TPS 3R Pulutan. (suaramerdeka.com/Surya Yuli P)

SIDOREJO, suaramerdeka.com - Peraturan Daerah (Perda) Kota Salatiga tentang Pengelolaan Sampah secara tegas melarang orang atau warga membakar sampah dan membuang sampah sembarangan.

Atas dasar tersebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga mengajak partisipasi masyarakat dan perusahaan untuk mengelola sampah bernilai ekonomis dengan sistem bagi hasil.Seperti yang dilakukan oleh warga di Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo, dengan menerapkan sistem Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3 R (reduce, recyle, reuse).

Sistem itu dipadukan dengan Program Jemput Sampah yang mulai dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup. ''Dengan sistem ini kami berharap agar sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah hanya residu dalam jumlah kecil,'' kata Kadinas LH, Prasetiyo Ichtiarto, kemarin.

Dia mengatakan hal itu saat penandatanganan kerja sama pengelolaan sampah yang melibatkan dua perusahaan yakni PT Agric Amarga (rokok Sampoerna) dan Hotel Laras Asri di TPS 3 R Kelurahan Pulutan, Kecamatan Sidorejo.

''Dengan kerja sama perusahaan dan TPS 3 R termasuk di dalamnya bank sampah, maka semua sampah bernilai ekonomis akan terserap dan menghasilkan keuntungan. Keuntungan ini yang dibagi kembali kepada pemberi sampah,'' kata Prasetiyo.

Menurutnya, karyawan perusahaan yang diajak kerja sama itu, bisa juga menyetorkan sampah lewat perusahaan. Sistem ini secara tidak langsung menyerap sampah rumah tangga dari karyawan perusahaan.

''Kami berharap sampah rumah tangga terserap ke bank sampah atau TPS 3R. Tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan atau dibakar, terutama untuk kertas dan plastik,'' ungkap Prasetiyo. 

Ujar Muryanto dari PT Agric Amarga menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Sistem tersebut sudah dilaksanakan mitra PT Sampoerna di Klaten. Hal yang sama juga diungkapkan Manajer Hotel Laras Asri, Bambang Kiswanto.

Sementara itu, Roby, pendamping lembaga pengelola sampah lingkungan menjelaskan botol plastik dan kertas yang dikumpulkan dari rumah tangga dalam sebulan bisa menghasilkan uang sekitar Rp 1 juta.

 

 

 


(Surya Yuli P/CN39/SM Network)