• KANAL BERITA

Dewan Kaget, Pasar Wonokerto Tidak Layak

BELUM DIKERAMIK: Komisi C mengamati bagian dalam Pasar Rakyat Wonokerto Sale belum dikeramik. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
BELUM DIKERAMIK: Komisi C mengamati bagian dalam Pasar Rakyat Wonokerto Sale belum dikeramik. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com - Komisi C menganggap Pasar Rakyat di Desa Wonokerto Kecamatan Sale yang dibangun akhir tahun 2017 dengan anggaran Rp 5 miliar lebih, tidak layak ditempati. Beberapa bagian bangunan kurang standar. Pagar pembatas antara halaman dan sungai berkelok-kelok dan tidak lurus. Halaman pasar juga hanya diuruk seadanya.

Sedangkan pada atap bangunan depan banyak ditemui bekas-bekas kebocoran. Sekeliling bangunan luar masih ditemui teras-teras yang baru saja disemen. ''Bahkan ada beberapa semen yang masih basah,'' kata Wakil Komisi C, Puji Santosa, saat mengawasi proses pembangunan Pasar Rakyat Wonokerto itu, Rabu (16/5).

Selama pengawasan, Komisi C melakukan pengecekan pagar, bangunan pasar, los hingga fasilitas tambahan. Anggota Komisi C, Ismari menambahkan, di dalam bangunan pasar masih menemukan bagian yang masih berupa tanah belum dikeramik dan keramik yang dipasang tidak standar.

''Keramik yang dipasang terlalu licin. Keramik di dalam pasar akan lebih baik apabila mengunakan keramik yang agak kasar, sehingga tidak akan membuat pengunjung mudah terpeleset,'' jelas dia.

Selain keramik, drainase di dalam pasar juga tidak layak. Pasalnya, pipa-pipa di pasang di bagian atas bak kontrol air. ''Kalau seperti ini, saat hujan bagian dalam pasar bisa kebanjiran. Semestinya pipa di pasang di bagian bawah,'' tegas dia.

Besi Ringkih

Dia menambahkan los yang dibangun juga terlihat seperti los untuk berjualan daging ataupun ikan basah. Besi yang dipasang di los dinilai ringkih. ''Kalau menurut saya, los ini kurang layak untuk ditempati. Dengan kondisi los seperti ini, pedagang akan kesulitan untuk menata barangnya. Kecuali semua los ini akan digunakan untuk jualan daging atau ikan basah,'' terang dia.

Saat pengawasan, Komisi C masih melihat sejumlah tukang mengerjakan beberapa pekerjaan. Padahal sudah masuk Mei, semestinya pembangunan pasar sudah selesai semuanya. ''Karena pasar ini sudah diserahterimakan di akhir tahun 2017. Anggarannya sudah dicairkan. Namun kenapa masih ada pekerjaan. Kami heran. Semestinya, sebelum serah terima, semua pekerjaan sudah beres,'' kata Wakil Komisi C, Puji Santosa.

Puji mengatakan setelah melakukan pengawasan ini pihaknya akan membuat sejumlah rekomendasi untuk Pemkab Rembang. ''Yang pasti, dengan kondisi saat ini, pasar masih belum layak untuk ditempati. Kami akan membuat rekomendasi ke Pemkab Rembang agar Pasar Wonokerto ini bisa digunakan,'' tandas dia.


(Mulyanto Ari Wibowo/CN40/SM Network)