• KANAL BERITA

676 Pedagang Belum Kebagian Kios

Tim Kesulitan Lokasi Tambahan Pasar Darurat

KIOS DARURAT: Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan menerima pengaduan dari pedagang ketika meninjau lokasi kios darurat di Jalan Mangga. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)
KIOS DARURAT: Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan menerima pengaduan dari pedagang ketika meninjau lokasi kios darurat di Jalan Mangga. (suaramerdeka.com/Trias Purwadi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Target pembangunan pasar darurat rampung sebelum puasa, tidak tercapai. Bahkan, Tim Pembangunan kios pasar darurat Banjarsari Kota Pekalongan, saat ini, kesulitan mencari lokasi tambahan untuk membangun 676 kios lagi. 

Baru 815 pedagang mendapat tempat di Jalan Patiunus dan 261 di Jalan Mangga, namun sisanya masih mencari lokasi baru.

‘’Kita tidak mungkin membangun di Jalan Jeruk karena digunakan untuk lalu lintas. Untuk itu, kalau boleh mengusulkan lokasi tambahan di Lapangan Sorogenen,’’ kata Sekda Sri Ruminingsih, dalam rapat dengan Komisi B DPRD Kota Pekalongan di ruang sidang, Rabu (16/5).

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan, juga dihadiri Ketua Komisi B, Jacky Zam Zami, beberapa anggota komisi B, Kepala Dindagkop, Zainul Hakim, Wakapolres Kompol Saprodin dan beberapa pejabat terkait.

Sekda yang juga ketua Tim Pembangunan Pasar Darurat itu mengakui, pembangunan pasar darurat ini molor lantaran ada tarik-ulur dan dinamika dari pedagang. ‘’Rencana kios daurat bisa digunakan H-5 puasa, ternyata belum bisa digunakan sampai saat ini,’’ katanya.

‘’Sebenarnya kita masih ada material yang akan dipasang, namun terkendala lokasi. Karena itu, kita berharap ada solusi mencarikan tempat untuk kios darurat itu,’’ katanya.

Wakil Ketua Komisi B, Budi Setiawan dan beberapa anggota lain sepakat menggunakan Lapangan Sorogenen untuk membangun kekurangan kios darurat. Pilihan Lapangan Sorogenen sudah cocok karena tidak terlalu jauh dari Pasar Banjarsari.

Pedagang Menolak

Wawan, panggilan Budi Setiawan, menyampaikan hasil audensi dengan pedagang di Jalan Mangga. Mereka kukuh tak mau dipindahkan karena sudah tiga tahun lebih menempati lokasi tersebut. Mereka mengaku awalnya berjualan di lantai tiga pada pagi hari dan siangnya turun ke Jalan Mangga lantaran sepi.

Menanggapi itu, Sekda akan mengadakan rapat dengan dengan para pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Banjarsari (IPPB) mau pun Paguyuban Pedagang Pasar Banjarsari (P2PB) untuk menyelesaikan pembagian kios darurat itu.

Termasuk lokasi di Lapangan Sorogenen yang akan digunakan untuk kios darurat, juga akan disampaikan pada pedagang. Dengan demikian, ke depan tidak ada lagi masalah dalam membangun dan membagi lokasi pasar kios darurat itu. 


(Trias Purwadi/CN40/SM Network)