• KANAL BERITA

Padusan Tirtomoyo, Mayoritas Anak-Remaja

Beberapa anak bermain air di Kolam Renang Tirtomoyo, Jalan Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Solo, Rabu (16/5). (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)
Beberapa anak bermain air di Kolam Renang Tirtomoyo, Jalan Menteri Supeno, Manahan, Banjarsari, Solo, Rabu (16/5). (suaramerdeka.com/Yoma Times Suryadi)

SOLO, suaramerdeka.com - Menyambut puasa Ramadan 1439 H, tradisi padusan untuk membersihkan diri menyambut bulan puasa, bukan hanya dilakukan masyarakat desa. Warga Kota Solo pun melakukannya. Tak ada umbul, warga Solo memilih kolam di tengah kota, Kolam Renang Tirtomoyo di Jalan Menteri Supeno,Manahan, Banjarsari, Solo.

Lokasi ini merupakan tempat alternatif masyarakat Solo membersihkan diri sebelum Ramadan datang. Di kolam Tirtomoyo itu pengunjung didominasi anak-anak hingga remaja. Orang tua hanya mengantarkan.

‘’Sebagai tradisi umat muslim yang akan melaksanakan ibadah puasa, Kolam Renang Tirtomoyo Manahan biasa menjadi alternatif melakukan budaya tersebut. Secara bentuk memang tidak sebaik di Boyolali dan Klaten,’’ jelas Kasi Pengembangan Usaha Perumda Air Minum (PDAM) Kota Surakarta, Ratmoko, Rabu (16/5).

Menurutnya fasilitas milik Pemkot Surakarta itu memberikan alternatif bagi masyarakat yang biasa melakukan tradisi padusan menjelang puasa. Mereka tidak perlu jauh-jauh hingga berdesakan di umbul (mata air) yang biasa digunakan padusan.

‘’Kami memberikan alternatif lain bagi masyarakat Solo. Kami kembalikan kepada masyarakat untuk memilih, sehingga tradisi dalam menyucikan diri sebelum puasa itu bisa tetap dilakukan,’’ujar Ratmoko.

Tidak Banyak

Lebih lanjut, Ratmoko megakui, jumlah pengunjung pada padusan tahun 2018 itu tidak sebanyak 2017. Pada 2017 jumlah pengunjung mencapai lebih kurang 3.000 orang, sedangkan tahun ini hanya setengahnya saja.

‘’Tahun 2018 hanya sekitar 1.200 pengunjung yang datang. Kami buka mulai pukul 08.00-17.00 WIB, namun pengunjung tidak sebanyak tahun 2017 lalu. Sebab, masa liburan sekolah belum datang,’’ jelasnya.

Salah seorang warga Jebres Tumino mengatakan, dia dan keluarga selalu menyempatkan melakukan tradisi tersebut. Selain menguri-uri budaya, kegiatan dia lakukan untuk berolah raga sembari bersenang-senang.

‘’Dalam menyambut puasa umat muslim harus bahagia. Maka dari itu kebiasaan saya dan keluarga melakukan padusan itu kami anggap sebagai hiburan dan juga olahraga. Sehingga dalam melakukan puasa ini kami tidak terbebani dengan rutinitas sehari-hari,’’ ungkapnya.


(M Ilham Baktora/CN40/SM Network)